Showing posts with label Gigi. Show all posts
Showing posts with label Gigi. Show all posts

16 Cara Ampuh Memutihkan Gigi (Alami, Modern, Serta Tipsnya)

Tentunya orang-orang ingin memiliki gigi yang putih berkilau, sehingga menjadi tampak elok.

Apabila seseorang memilki gigi yang kuning, dirinya akan terlihat seperti orang yang malas menjaga kebersihan. Kondisi gigi yang kuning juga bisa mengurangi kepercayaan diri seseorang.

Gigi yang putih membuat senyum dan penampilan lebih menarik. Penelitian menunjukan bahwa umumnya orang akan lebih senang ketika melihat orang yang tersenyum memiliki gigi yang putih.

Seseorang dilahirkan dengan memiliki gigi berwarna putih, akan tetapi lama kelamaan warna gigi bisa berubah akibat berbagai hal.

Gigi bisa menjadi kuning akibat mengonsumsi makanan tertentu, sering merokok, dan mengonsumsi minuman beralkohol. Konsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan warna gigi berubah.

Cara Memutihkan Gigi

Berikut di bawah ini berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memutihkan gigi secara alami:

1. Sikat Gigi Secara Rutin, Setidaknya 2 Kali dalam Sehari

Jarang atau malas menggosok gigi mengakibatkan gigi menjadi kuning. Untuk mempunyai warna gigi yang putih, tampak menarik dan juga sehat, maka Anda harus rutin untuk menggosok gigi.

Gosok gigi setidaknya dua kali dalam sehari, pastikan Anda sebelum beranjak ke tempat tidur melakukan gosok gigi. Manfaat menyikat gigi ini membuat bakteri dan sisa makanan akan dibersihkan dari mulut, sehingga mulut dan gigi menjadi sehat.

Gunakan pasta gigi yang baik untuk Anda. Adapun dalam memilih sikat gigi maka jangan asal pilih, pilihlah sikat yang sesuai dengan Anda, serta hindari memilih sikat gigi yang bulunya sangat keras, dikhawatirkan jika menggunakan bulu sikat gigi yang terlalu keras dapat membuat gusi terluka.

2. Ramuan dari Campuran Bubuk Kunyit, Minyak Kepala dan Baking Soda

Teknik memutihkan gigi seperti bleaching gigi memang dikatakan ampuh oleh banyak orang untuk memutihkan gigi. Namun biaya yang perlu disediakan untuk melakukan perawatan tersebut lumayan besar.

Tapi, bukan berarti Anda yang memiliki budget kecil tidak bisa melakukan perawatan memutihkan gigi yang ampuh.

Dari laman Tribunnews.com, menyebutkan bahwa Anda bisa membuat sendiri pasta gigi alami, yang dengannya Anda nanti bisa tersenyum lebar dengan penuh percaya diri. Pembuatan ramuan pasta gigi ini hanya sebentar saja.

Untuk membuatnya dibutuhkan kunyit dan beberapa bahan lainnya. Berikut di bawah ini semua bahan yang perlu Anda persiapkan:
  • 4 sendok makan bubuk kunyit (organik)
  • 5 sendok makan minyak kelapa (organik)
  • 2 sendok makan baking soda

Langkah-langkah membuatnya:
  1. Pertama-tama campurkan bubuk kunyit dan baking soda di dalam sebuah wadah (mangkuk, dll).
  2. Lalu masukan minyak kelapa yang telah disiapkan ke dalam wadah tersebut.
  3. Tumbuk semua bahan tersebut memakai garpu hingga tercampur rata.
  4. Setelah itu, manfaatkan campuran ini sebagai pasta gigi.

Ramuan “pasta gigi” alami buatan sendiri ini tidak ada tanggal kadaluarsa. Hanya saja tetap ada batasan, jangan menggunakannya lebih dari 20 kali.


3. Konsumsi Strawberry

Stawberry diketahui sangat lezat untuk dikonsumsi, selain itu strawberry memiliki nutrisi vitamin C dan asam ellagic di dalamnya, manfaat dari kadungan-kandungan tersebut yaitu membantu untuk memutihkan gigi.

Dailymail.co.uk menyebutkan bahwa stroberi benar-benar bisa membuat gigi menjadi putih karena kandungan asamnya. Untuk mencerahkan gigi, Anda bisa menumbuk stroberi matang dan mencelupkan sikat gigi pada stawberry yang telah dihancurkan tersebut.

Anda bisa segera membilasnya dengan benar, yaitu dengan menggunakan air hangat yang diberi sedikit soda bikarbonat, hal ini untuk mengurangi keasaman di mulut.

Jika Anda tidak ingin menggunakan sikat gigi, maka Anda bisa hanya dengan menggosokan strawberry secara langsung pada gigi, lalu diamkan beberapa menit saja agar kandungan meresap pada bagian gigi, untuk memperoleh manfaat maksimal. Setelah itu barulah berkumurlah menggunakan air hangat.

Anda juga bisa melakukan dengan cara lain, yaitu menghaluskan sebuah strawberry, lalu campurkan dengan satu sendok teh baking soda.

Silahkan pilih cara yang mana saja dengan bahan utamanya adalah stawberry. Melakukan cara ini jangan setiap hari, melainkan lakukan seminggu sekali, atau paling sering dua kali dalam seminggu.

4. Jika Anda ingin Minum Air yang Berasa, Maka Gunakan Sedotan

Sedotan ternyata dapat menbantu untuk mencegah gigi menjadi kuning, serta melindungi gigi dari warna dan suhu minuman yang tidak bersahabat untuk gigi.

Jika Anda ingin minum air yang berasa (utamanya minuman berasa manis) maka disarankan untuk memakai sedotan dalam meminumnya.

Dengan memakai sedotan, berguna agar mencegah terkena secara langsung dari paparan zat yang ada di dalam minuman, sehingga mencegah enamel gigi tertimpa hal yang buruk.

Zat warna yang ada di dalam minuman yang dikonsumsi, sangat beresiko nantinya mengendap pada gigi, yang hal ini jika berlangsung dalam jangka panjang mengakibatkan noda pada enamael gigi, sehingga gigi bisa menjadi kuning. Dengan minum menggunakan sedotan bisa meminimalisir hal ini.

5. Bersiwak

Mengenai siwak sudah umum diketahui, yaitu untuk membersihkan gigi, adapun bahannya menggunakan bagian dari pohon khusus siwak itu sendiri.

Sudah dari dulu bahan alami siwak ini digunakan dalam menjaga kebersihan gigi, termasuk membuat warna gigi bisa putih secara alami. Sehingga penggunaan siwak ini sangat aman, sekarang tidak hanya orang-orang di Arab saja yang menggunakan siwak, masyarakat di negara Barat seperti Eropa dan Amerika mulai banyak yang menggunakan siwak, mereka mengimpor siwak dari negara-negara Arab.

Untuk penggunaan siwak sangat mudah, jika Anda ingin memperoleh informasi secara visual maka bisa mencarinya di video youtube, disana sangat banyak terdapat video mengenai cara menggunakan siwak.

Adapun sebagai saran, gunakanlah siwak yang mempunyai tekstur lembut, adapun harga siwak ini sangat terjangkau.

Penggunaan siwak seperti halnya menggosok gigi. Namun ada sebagian orang yang dalam penggunaan siwak yaitu dengan cara menghaluskannya, hingga akhirnya batang siwak menjadi bubuk

Lalu campurkan bubuk siwak dengan sedikit air sehingga berbentuk pasta, kemudian oleskan pada gigi. Diamkan beberapa saat, lalu bersihkan mulut kembali dengan cara berkumur.

loading...

6. Menggunakan Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia yang dinilai mampu memutihkan gigi. Senyawa hidrogen peroksida ini dalam konsentrasi yang pas bisa membantu memudarkan noda pada gigi, sehingga gigi menjadi putih.

Hidrogen peroksida ini bisa diperoleh di apotik. Perlu diingat, apabila Anda ingin memutihkan gigi menggunakan hidrogen peroksida, maka pilih produk hidrogen peroksida yang berlabel food grade (artinya aman untuk dikonsumsi).

Pada sebuah tanya-jawab dokter di laman Alodokter.com, seseorang bertanya bahwa dirinya ingin memutihkan gigi menggunakan hidrogen peroksida 3% yang dijual di apotik, apakah hal ini aman untuk gigi dan enamel?

Maka dr. Regina I menjawab penggunaan produk pemutih gigi hanya boleh digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter gigi. Dimana dokter gigi sebelumnya perlu memeriksa kondisi mulut dan gigi pasiennya, sehingga nantinya dokter-lah yang memutuskan untuk menggunakan produk yang cocok untuk pasien, sehingga lebih aman.

Hal ini berkaitan termasuk dalam menangani masalah gigi berlubang, gigi dalam kondisi tambalan, hingga crowning.

Hidrogen peroksida telah umum dipakai untuk memutihkan gigi oleh banyak orang. Hidrogen peroksida bekerja untuk membersihkan noda pada permukaan, serta noda pada bagian gigi yang lebih dalam.

Namun perlu diingat oleh masyarakat, bahkan penggunaan Hidrogen peroksida memiliki efek samping, yang paling umum terjadi efek sampingnya yaitu iritasi lapisan dalam mulut dan sensitivitas gigi.

Penggunaan yang berlebihan bisa menyebabkan hidrogen peroksida akan menembus enamel hingga ke bagian pulpa gigi, hal ini bisa mengakibatkan kematian sel pulpa.

dr. Regina juga memaparkan beberapa tips untuk mengurangi noda pada gigi, yaitu jangan meminum kopi dan teh, jika tidak bisa maka batasi mengonsumsinya. Segera kumur-kumur menggunakan air putih setelah minum kopi, teh maupun minuman yang sejenisnya.

Demikian juga, Dokter menyebutkan agar gigi bisa putih maka hindari yang namanya merokok.

7. Menggunakan Kulit Pisang

Untuk penggunaannya, pertama-tama siapkan kulit pisang, sikat gigi dan pasta gigi. Lalu ambilah bagian kulit pisang yang memiliki daging, lalu tinggal digosok ke bagian gigi.

Gosoklah secara perlahan, hindari menggosok yang terlalu kasar sehingga justru berakibat buruk bagi gigi.

Setelah selesai menggosok ke semua bagian gigi, lalu biarkan beberapa menit agar kandungannya meresap ke dalam gigi.

Jika sudah, maka bersihkan gigi menggunakan air bersih, Anda kemudian juga bisa membersihkan gigi menggunakan pasta gigi.

Lakukan cara ini satu kali dalam sehari, selama satu atau dua minggu ke depan. Kandungan kulit pisang diharapkan bisa mengurangi noda pada enamel gigi.

Penjelasan ahli kesehatan mengenai hal ini
Dari laman Intoday.in, banyak pihak mengklaim bahwa pisang (termasuk kulit pisang) memiliki kandungan potasium, magnesium dan mangan yang bermanfaat untuk menghilangkan noda dari gigi, sehingga bisa memutihkan gigi.

Dimana penggunaan-nya dengan hanya mengupas pisang matang, lalu menggosokan bagian dalam kulit pisang pada gigi.

Uchenna Okoye, direktur klinis di London Smiling Dental Group, menjelaskan tentang hal ini. Menurutnya kulit pisang bisa untuk memutihkan gigi. Dengan menggosokan kulit pisang, maka hal ini bisa menjadi exfoliator yang lembut, dan akan menghilangkan beberapa noda permukaan gigi.

Selain kulit pisang yang dinyatakan bisa bermanfaat untuk memutihkan gigi, Uchenna Okoye juga menjelaskan bahwa stroberi juga bisa memutihkan gigi.

Adapun penggunaan beberapa bahan seperi bubuk kunyit, cuka sari apel, dan minyak kelapa, dinyatakan Uchenna Okoye tidak bermanfaat untuk memutihkan gigi.

8.  Jeruk Nipis dan Garam

Bahan yang dapat Anda gunakan untuk memutihkan gigi yaitu garam dan jeruk nipis. Indowarta.com menyebutkan jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Jeruk nipis dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami untuk membuat gigi menjadi putih, bersih dan sehat.

Adapun garam tinggi akan kandungan yodium, manfaatnya dapat menjaga kesehatan gusi. Kandungan di dalam garam juga bekerja untuk membersihkan kotoran gigi, serta juga bermanfaat untuk menghilangkan bau tidak sedap pada mulut.

Adapun untuk memutihkan gigi menggunakan bahan campuran jeruk nipis dan garam, berikut di bawah ini cara-caranya:
  1. Pertama-tama sediakan jeruk nipis.
  2. Kemudian iris jeruk nipis menjadi 2 bagian, lalu peras jeruk nipis.
  3. Tampung air hasil perasan jeruk nipis di dalam sebuah wadah.
  4. Lalu masukan 1 sendok teh garam pada wadah berisi perasan air jeruk nipis, tersebut.
  5. Aduk hingga merata.
  6. Setelah itu, aplikasikan campuran tersebut pada gugu, bisa dengan cara menggosok gigi. Manfaatnya nantinya membuat plak pada gigi menghilang, sehingga membantu agar gigi menjadi lebih putih.

9. Campuran Lemon dan Baking Soda

Thealternativedaily.com menyebutkan lemon dapat memberikan solusi alternatif untuk memutihkan gigi. Untuk penggunaannya, pertama-tama campur sedikit baking soda dengan jus lemon segar, kemudian campuran tersebut dioleskan secara langsung ke gigi.

Setelah diaplikasikan pada gigi, lalu biarkan selama dua menit, kemudian bersihkan gigi menggunakan air bersih. Anda juga bisa menyikat gigi menggunakan pasta gigi.

Thealternativedaily.com mnyebutkan beberapa manfaat dari mengonsumsi jus lemon yaitu membantu mencerahkan kulit, dan meminimalisir masalah jerawat.


10. Penggunaan Minyak Kelapa

Minyak kelapa diklaim bisa mencegah plak, serta membuat gigi yang awalnya kuning menjadi lebih putih dan bersih. Untuk penggunaannya, pertama-tama siapkan satu sendok makan minyak kelapa.

Kemudian oleskan minyak kelapa tersebut ke gigi secara merata, lalu biarkan selama 10 menit.

Setelah itu, keluarkan minyak kelapa itu dari dalam mulut (dengan cara meludah), lalu kumur-kumurkan mulut hingga air bersih. Tunggu beberapa saat, lalu sikat gigi anda seperti biasa

Colgate.com menjelaskan tentang pemanfaatan minyak kepala untuk gigi secara langsung, dari sisi ilmiahnya. Dimana banyak yang mengklaim bahwa minyak kelapa memberikan manfaat seperti untuk gusi yang lebih sehat, menghilangkan plak, hingga membaut gigi menjadi lebih putih.

Praktik pemanfaatan minyak ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu di Asia Selatan dan India sebagai obat-obatan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, kedua budaya tersebut (Asia selatan dan India) menganggap minyak sebagai bahan yang sehat untuk jaringan tubuh, salah satunya pengaplikasian minyak pada mulut dan gigi diklaim mampu menghilangkan bakteri penyebab plak dan radang gusi.

Beberapa pihak menganggap bahwa praktik ini bisa bermanfaat untuk membuat gigi lebih putih dan mengatasi masalah sensitivitas gigi.

Penjelasan Ilmiah Mengenai Penggunaan Minyak Kepala
Untuk bukti ilmiahnya, Colgate.com menyebutkan bahw American Dental Association (ADA) mencatat tidak cukup bukti ilmiah untuk membuktikan bahwa minyak kepala bermanfaat bagi kesehatan mulut dan gigi.

Sehingga tanpa penelitian dan pengujian yang andal, maka ADA belum bisa merekomendasikan praktik ini. Sehingga bentuk pengobatan gigi (termasuk untuk memutihkan) gigi menggunakan minyak kepala masih bersifat tradisional, dan belum mendapat rekomendasi dari pihak terkait.

Colgate.com memberikan solusi lain, bahwa menyikat gigi dengan pasta gigi whitening hidrogen peroksida seperti “Colgate Optic White Express White” terbukti dapat memutihkan gigi Anda dalam waktu tiga hari.

11. Banyak Minum Air Putih

Air putih menjadi bahan alami yang dapat membersihkan gigi secara alami. Minum air putih sudah umum diketahui sangatlah sehat dan dianjurkan, manfaat air putih ini termasuk untuk kesehatan gigi dan membuat gigi lebih putih.

Apabila Anda suka mengkonsumsi minuman yang memiliki pewarna, maka setelahnya segera diselingi dengan minum air putih, hal ini supaya gigi bisa tetap bersih dan lebih putih.

Ketika Anda minum soda maka minumlah segelas air guna melindungi gigi dari bahaya kandungan soda yang buruk untuk gigi.

12. Gunakan Pasta Gigi yang Mengandung Pemutih Alami

Sebagian pasta gigi yang dijual di pasaran, dibuat dengan banyak kandungan bahan kimia di dalamnya. Hal ini tidaklah bersahabat bagi gigi, karena memberikan dampak buruk bagi gigi.

Usahakan untuk menggunakan pasta gigi yang di dalamnya terdapat kandungan pemutih alami. Bacalah kandungan pada kemasan pasta gigi sebelum membelinya.

13. Minimalisir Konsumsi Teh Hitam

Di dalam teh hitam terkandung zat kromogen yang tinggi, itu merupakan jenis zat yang bisa membentuk senyawa berwarna. Bahkan perlu diketahui, kromogen yang dihasilkan teh hitam ternyata lebih tinggi dibandingkan kopi.

Oleh karena itu, apabila Anda memang ingin mengkonsumsi teh, maka konsumsilah teh hijau atau jenis lainnya, yang penting selain teh hitam.

14. Batasi Makan Permen

Umumnya permen dibuat dari bahan pewarna buatan, sehingga hal ini menyebabkan konsumsi permen maka akan menimbulkan bekas noda di gigi. Oleh karena itu, jika terlalu sering makan permen berakbiat gigi menjadi menguning dan kusam.

15. Jangan Merokok

Merokok sangat dapat menyebabkan gigi menjadi kuning, tembakau sangat tidak baik untuk gigi. Sering merokok akan membuat gigi menjadi kuning. Berhenti merokok akan membantu Anda untuk memiliki gigi putih, serta terhindar dari resiko penyakit berbahaya seperti stroke dan serangan jantung.

16. Hindari Alkohol

Tentunya Anda mengetahui bahwa alkohol tidak baik untuk kesehatan. Konsumsi minuman beralkohol bisa memicu masalah obesitas, penyakit jantung hingga kanker, selain itu akan membuat gigi menjadi kuning. Penting bagi Anda agar menghindari yang namanya minuman berlakohol.

Jika Anda Ingin Menggunakan Produk Pemutih Gigi

Ada beberapa hal yang penting diketahui sebelum menggunakan produk memutihkan gigi, agar terhindar dari risiko buruk yang mungkin timbul, yaitu:

1. Sebelum memulai untuk menggunakan produk memutihkan gigi, gangguan yang sedang dialami seperti sakit gigi, gigi berlubang dan masalah gusi bengkak perlu disembuhkan dahulu.

2. Apabila Anda berencana memakai produk pemutih gigi yang dijual bebas, maka sangat penting untuk mengetahui bahan-bahan yang terkandung di dalamnya (infonya terdapat pada label kemasan). Anda perlu menghindari penggunaan produk yang berisi zat peroksida dengan persentase tinggi, karena bisa berdampak buruk.

3. Penting diingat, bahan yang terkandung di dalam produk pemutih gigi lebih baik dihindari bagi ibu hamil dan menyusui.

4. Anda juga perlu tahu, bahwa sebaik apapun produk pemutih gigi yang diaplikasikan pada gigi dan gusi, maka bisa menimbulkan efek samping berupa gigi sensitif untuk beberapa saat.

5. Manfaat penggunaan produk yang membuat gigi putih, manfaatnya bisa hilang dalam beberapa bulan hingga 2 tahun. Dan manfaatnya bisa cepat hilang jika Anda sering minum kopi, teh hitam, soda, atau merokok.

Hal Lainnya
Beberapa sumber menyebutkan beberapa hal lainnya yang diklaim bisa membantu untuk memutihkan gigi, seperti mengaplikasikan kulit jeruk pada gigi, mengunyah sayuran mentah (seperti wortel dan tomat), daun salam, hingga penggunaan arang kayu. Mengenai kebenarannya maka diperlukan penelitian ilmiahnya mengenai hal itu.
Share:

22 Tips Mengobati Sakit Gigi (Cara Membuat Ramuannya)

Tentunya kondisi sakit gigi yang dialami akan membuat rasa sangat tidak nyaman, yang bahkan dapat menurunkan produktifitas atau menghambat aktivitas sehari-hari.

Selain itu, sakit gigi juga bisa membuat emosi, terdengar suara yang agak keras saja sudah membuat emosi.

Masalah lainnya, konsumsi makan juga menjadi terganggu ketika rasa sakit gigi muncul kembali.

Di dalam gigi, terdapat pulpa gigi yang terdiri dari pembuluh darah, jaringan, dan saraf-saraf yang sensitif.

Mengobati Sakit Gigi

Sakit gigi dapat terjadi ketika pulpa mengalami peradangan. Bahkan, kondisi peradangan yang cukup parah bisa mengakibatkan rasa linu, nyeri, dan bengkak di sekitar area gigi.

Penyebab timbulnya peradangan itu sendiri karena beberapa hal, yaitu penumpukan nanah di bagian dasar gigi akibat infeksi bakteri, gigi retak, penyusutan gusi, kerusakan gigi yang menimbulkan lubang, gigi terjepit antara gigi lainnya ketika tumbuh, dll

Penderita sakit gigi berlubang, umumnya merasakan nyeri di sekitar gigi dan rahang, pembengkakan, sakit kepala hingga demam.

Cara mengobati sakit gigi
Uumumnya sakit gigi dibarengi dengan gusi yang membengkak yang rasanya amat sakit. Di dalam gusi yang bengkak terkandung nanah yang terkadang berbau busuk.

#1. Buat pola hidup yang sehat
Hal yang sangat utama dalam mengatasi sakit gigi yang menyiksa adalah perbaiki pola hidup, mulai sekarang bersungguh-sungguhlah untuk memperhatikan kebersihan gigi dan mulut.

Hal ini sangat penting, bahkan menjadi langkah paling awal sebelum menggunakan obat. Percuma mengkonsumsi berbagai macam obat “mahal” apabila pola hidup yang diterapkan tidak bersih dan tidak sehat, terutama dalam masalah gigi.

Penting untuk selalu rutin menyikat gigi, yaitu pada pagi dan malam hari menjelang tidur (jangan malas menyikat gigi).

Mungkin pada pagi hari, banyak orang yang mampu melakukannya (menyikat gigi) dengan rutin. Tapi, malam hari sangat sulit untuk dilakukan (karena malas) ingin tidur saja bawannya...

...padahal, HARUS DIKETAHUI bahwa sisa makanan yang menempel pada gigi jika sering dibiarkan, maka sangat dapat merusak gigi.

Kemudian biasakan untuk berkumur, lakukan sesering mungkin, terutama setelah makan. Anda juga bisa  berkumur menggunakan cairan khsuus pencuci mulut, yang manfaatnya untuk membunuh bakteri penyebab bau mulut dan gusi membengkak. Produknya sudah banyak dipasaran.


#2. Ramuan belimbing wuluh
Belimbing wuluh memiliki rasa cukup masam, sehingga memang rasanya kurang enak, akan tetapi memiliki manfaat sebagai anti bakterial untuk menghilangkan bakteri penyebab sakit gigi.

Berikut cara mwmbuat ramuan belimbing wuluh:
  1. Siapkan belimbing wuluh 1-2 biji (pilih yang belum matang).
  2. Tumbuk hngga halus.
  3. Lalu tempelkan ke area gigi yang sakit.
  4. Diamkan selama 10 menit
  5. Lalu bilas dengan cara berkumur menggunakan air hangat.

Bila mampu (gigi tidak dalam kondisi sakit), Anda boleh langsung mengunyah belimbing wuluh.

#3. Cengkeh
Cengkeh banyak diekstrak dalam bentuk minyak. Minyak cengkeh dapat dimanfaatkan dalam mengatasi sakit gigi berlubang. Cengkeh memiliki senyawa anti-inflamasi tinggi yang dapat meminimalisir peradangan gigi. Berikut cara membuat ramuannya;
  1. Siapkan minyak cengkeh secukupnya (dua atau tiga sendok makan).
  2. Teteskan ke kapas, lalu tempelkan ke bagian gigi berlubang.
  3. Diamkan selama 30 menitan
  4. Lalu berkumur dengan air hangat.

Selain itu, cara lainnya yaitu dengan memasukan minyak cengkeh ke segelas air, lalu gunakan untuk berkumur.

#4. Lada / merica
Lada atau merica dapat diandalkan dalam mengobati gigi sensitif, karena memiliki senyawa anti peradangan yang tinggi, yang mampu meredakan nyeri pad gigi. Cara membuat ramuannya:
  1. Campurkan lada bubuk bersama dengan garam dan air hangat hingga membentuk pasta.
  2. Tempelkan pasta tadi ke area gigi berlubang
  3. Diamkan selama 30 menit.
  4. Setelah selesai, berkumur dengan menggunakan air hangat

(catatan: berukumur hingga bersih).

loading...

#5. Biji asam jawa
Biji asam Jawa mampu membunuh bakteri pada area sekitar gigi, selain itu bermanfaat untuk meredakan nyeri dan ngilu berlebihan di sekitar gigi. Cara membuat ramuannya:
  1. Sangrai biji asam jawa secukupnya
  2. Lalu haluskan dengan cara menumbuknya.
  3. Campur halusan tadi dengan air hangat hingga membentuk pasta.
  4. Oleskan merata keseluruh area gigi yang sakit.
  5. Diamkan selama 10-15 menit
  6. Lalu berkumur dengan air hangat.

Agar ramuan dapat memberikan manfaat lebh maksimal, disarankan menambahkan sedikit garam halus.

#6. Serai
Biasanya serai digunakan untuk memasak olahan dalam bentuk sup. Daun ini memberikan aroma khas pada sup dan masakan kuah lainnya. Selain itu, dapat dimanfaatkan dalam mengobati sakit gigi dan mencegah pembengkakan gusi. Berikut cara membuat ramuannya:
  1. Siapkan sereh atau serai sebanyak 40 gram dan siapkan air panas 2 gelas.
  2. Rebus sereh bersama dengan 2 gelas air panas, hingga hanya tersisa satu gelas.
  3. Gunakan ramuan tersebut untuk berkumur.

Selain berkhasat untuk mengobati sakit gigi, juga berkhasat untuk memutihkan gigi.

#7. Getah jarak
Getah pohon jarak mengandung antiseptik, antibakterial, dan antibiotik tinggi, yang dapat membunuh bakteri penyebab sakit gigi berlubang. Caranya:
  1. Siapkan getah pohon jarak yang masih segar (usahakan yang baru aja dipetik).
  2. Lalu teteskan getah jarak tadi ke bagian gigi berlubang sampai rata.
  3. Diamkan selama 30 menit (usahakan) atau minimal 20 menit
  4. Terakhir, berkumurlah dengan air hangat.

#8. Bawang Putih
Bawang putih dapat mengatasi gigi sakit dan gusi bengkak. Bawang putih mengandung zat antiseptic alami yang mampu membunuh bakteri.

Caranya, pertama-tama kupas kulit 1 siung bawang putih. Haluskan bawang putih (sebelumnya dicuci hingga bersih).

Apabila bawang sudah benar-benar halus, masukkan pada gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak.


#9. Jeruk nipis
Jeruk nipis ampuh untuk mengatasi sakit gigi yang disertai gusi bengkak. Caranya: pertama-tama siapkan sebuah jeruk nipis untuk diperas di sebuah tempat.

Lalu ambil air perasannya, tambahkan air hangat secukupnya dan campurkan hingga merata.

Lalu berkumurlah dengan ramuan tersebut.

Jangan sampai air tertelan karena mengandung banyak bakteri.

Lakukan secara teratur pada pagi dan malam hari menjelang tidur.

#10. Air Garam
Air garam dapat mengatasi sakit pada gigi yang disertai dengan pembengkakan gusi. Untuk membuat ramuannya, pertama-tama siapkan garam dapur dan air putih hangat.

Lalu campurkan 1 gelas air hangat dengan 1 sendok makan garam dapur. Lalu gunakan air garam tersebut untuk berkumur.

Lakukan secara rutin ketika malam hari menjelang tidur.

#11. Kompres dingin
Celupkan kain handuk ke air dingin (es), peras, lalu tempelkan pada pipi tepat pada sisi gigi yang sakit. Suhu dingin akan membantu meringankan rasa sakit.

Hal-hal lain yang penting diperhatikan:

#12. Sikat gigi yang benar dan rutin
Tidak sedikit orang yang masih salah dalam cara menyikat gigi, keadaan ini mengakibatkan sisa makanan masih tertinggal, yang akhirnya beresko timbul gigi berlubang.

Menyikat gigi yang benar, dilakukan dengan cara gerakan memutar, menyikat gigi umumnya dilakukan  selama 2 menit.

Sikat gigi juga HARUS dilakukan secara rutin, minimal dua kali dalam sehari.

Waktu utama yang anda harus menyikat ggi, adalah epat sebelum tidur di malam hari, dan setelah bangun tidur (sebelum beraktivitas) di pagi hari.

#13. Berkumur setiap habis makan agar sisa kotoran pada gigi tidak terbentuk menjadi asam, yang bisa menimbulkan karang gigi dan gigi berlubang (karang gigi dan gigi berlubang adalah penyebab utama sakit gigi).

#14. Usahakan jangan makan apa pun lagi setelah menggosok gigi.

#15. Gunakan sikat gigi yang ujungnya tampak semakin mengecil agar mudah menjangkau semua bagian gigi.

#16. Pilih sikat gigi yang tidak terlalu kasar, untuk menghindari gusi berdarah yang menyebabkan infeksi.

#17. Batasi konsumsi makanan yang manis-manis dan yang terlalu panas. Setelah makan (terutama makanan yang manis dan sangat pedas) maka segera berkumur.

#18. Sesekali Anda disarankan menggunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, agar tidak ada kotoran yang tersisa di balik gigi.

#19. Berhentilah merokok, karena merokok berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut.

#20. Disarankan untuk periksa gigi setiap 6 bulan sekali di klinik gigi, sehingga dokter nantinya akan memberikan tindakan terbaik terhadap kondisi gigi seseorang.

#21. Mengobati sakit gigi dengan obat apotik
Bila sakit gigi sudah menimbulkan bengkak parah, dan bahkan menimbulkan nanah di dalamnya, maka obat di apotik diperlukan untuk penanganan lanjutan.

Apabila rasanya infeksi pada gigi sudah sangat parah, berupa pembengkakan yang juga munculnya nanah, atau juga bentuk pipi yang terlihat membesar (bengkak) karena kelenjar getah bening yang bengkak...

...maka Anda bisa menggunakan obat antibiotik (dengan rekomendasi dari dokter), seperti sulfonamide atau penicillin atau kapsul tetracycline.

Untuk mendapatkan obat tersebut, hendaknya berobat ke dokter gigi, atau cara lainnya dengan bertanya ke apoteker di apotik terdekat, umumnya mereka sudah mengtahui jenis obat yang pas bagi penderita (dengan memperhatikan bentuk sakitnya).

Jenis obat yang menggunakan bahan NSAIDs seperti Aspirin and Ibuprofen, juga dikenal cukup cepat menghilangkan rasa sakit gigi. Selain itu, penggunaan Tylenol juga efektif untuk menghentikan rasa sakit.

Produk obat untuk mengobati sakit gigi:

Super Green Plus SG.
Secara brand, ini salah satu yang paling banyak direkomendasikan. Keunggulan dari obat ini dapat menghilangkan atau mengurangi rasa sakitnya hanya dalam waktu 10 menit saja setelah pemakaian.

Bahannya terbuat dari berbagai bahan herbal alami, seperti nigella sativa (habbatussaudah), Murraya Paniculata (kemuning), zat dari garam galian, dan berbagai mineral lain. Nomor ijinnya dari dinas kesehatan (DEP.KES.RI.NO.PIRT272.100914522). Umumnya harganya 150 ribu per botol.

Cataflam 50 Mg – Kalium Diklofenak
Cataflam termasuk dalam golongan obat NSAID, fungsinya untuk meringankan nyeri pembengkakan atau inflamasi, antipiretik dan nalgesik.

Obat ini tidak disarankan digunakan pada:
  • Penderita penekanan pada sumsum tulang belakang
  • Orang yang pernah menggunakan bypass jantung
  • Alergi pada bahan diclofenat
  • Mempunyai luka lambung atau maag
  • Sariawan, kelainan pada pendarahan
  • Sedang dalam kondisi hamil
  • Mengalami gangguan pada fungsi hati
  • Anak di bawah umur 4 tahun

Umumnya harga obatnya Rp. 15.000 per biji.

Antalgin
Bentuknya tablet dan dikemas dalam strip, harganya Rp. 50.000 untuk 2 strip. Cra mengkomsumsinya dengan diminum langsung.

#22. Penanganan sakit gigi sebelum ke dokter.
Ada beberapa langkah pengobatan sakit gigi yang bisa dilakukan di rumah sebelum menemui dokter, yaitu:
  • Berkumurlah menggunakan air hangat.
  • Bersihkan gigi dengan menggunakan dental floss atau benang gigi.
  • Bersihkanlah bagian yang diduga sebagai sumber sakit gigi dengan obat-obatan antiseptik.
  • Minum obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol. Atau secara alami dengan menggunakan minyak cengkeh yang dioleskan pada kapas.
  • JANGAN PERNAH menggunakan obat-obatan pereda rasa sakit kimia dengan cara dibubuhkan langsung pada bagian gigi yang sakit. Dikhawatirkan merusak jaringan gusi.
  • Sakit gigi perlu penanganan dokter karena akan bertambah parah jika dibiarkan saja

Kapan harus ke dokter?
Bila ada tanda-tanda infeksi, seperti pembengkakan, nyeri ketika menggigit, gusi merah atau terdapat nanah.
  • Sakit gigi terus terasa selama satu hari penuh (atau lebih)
  • Sakit gigi yang disertai demam
  • Kesulitan bernapas atau menelan

Dalam mengobati sakit gigi, dokter gigi pertamakali akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan juga melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang rasa sakit, kapan mulainya, seberapa parah, pencetusnya, hal-hal yang membuat rasa sakit lebih parah, dan hal yang membuatnya lebih baik.

Dokter gigi akan memeriksa mulut, gigi, gusi, rahang, lidah, tenggorokan, sinus, telinga, hidung, dan leher.

Terkadang rongsen gigi atau pemeriksaan lanjutan lainnya juga diperlukan, sesuai dengan kecurigaan sang dokter pada kondisi pasien.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan melakukan tindakan atau prosedur terapi yang sesuai dengan penyebab sakit gigi yang pasien alami.

Tindakan penambalan gigi, dilakukan Jika penyebab sakit gigi adalah gigi berlubang yang membuat lapisan saraf terekspos sehingga menjadikan gigi terasa sakit atau ngilu ketika tersentuh makanan atau minuman.

Tindakan perawatan saluran akar, dilakukan pada gigi berlubang yang lebih dalam, karena jaringan saluran akar gigi (pulpa) mengalami infeksi. Pada perawatan ini,i dokter membersihkan jaringan terinfeksi, kemudian menambalnya.

Tinakan pencabutan gigi, Pada beberapa kasus, gigi yang rusak sudah tidak dapat diperbaiki, maka perlu tindakan pencabutan gigi.

Jika ada karang pada gigi, maka perlu dilakukan pembersihan karang gigi, karena karang gigi bisa mengakibatkan rasa sakit pada gigi.

Jika sakit gigi disebabkan oleh pertumbuhan gigi baru yang terjepit di antara gigi lainnya, yang menekan rahang, maka dokter bermungkinan mencabut gigi tersebut.

Gigi yang mengalami pembusukan dan berlubang, biasanya dokter melakukan penambalan. Sebelum ditambal, bagian yang membusuk akan dibersihkan dan disterilkan dari bakteri dahulu.

Share:

Cara Mengatasi Gigi Sensitif (Ngilu) Karena Makanan, Berlubang, Ditambal dll

Gigi yang terasa sensitif ini menjadi hal yang sangat tidak disukai, karena akan menjadi sangat merepotkan ketika sedang ingin-inginnya untuk mengkonsumsi sejumlah makanan.

Sngat mengecewakan ketika kita tidak dapat sepenuhnya menikmati makanan favorit karena masalah gigi sensitif atau gigi yang terasa ngilu ini.

Dimana gigi akan terasa ngilu ketika minum-minuman yang dingin, bisa juga terasa ketika makan dengan makanan yang sangat manis ataupun asam.

Yang sangat parah katanya, ada yang sampai merasa seperti ditusuk duri. Sehingga problem gigi sensitif sangat mengganggu segala aktifitas kita sehari-hari sebenarnya.

Gigi ngilu

Kenapa gigi dapat menjadi sensitif?
Umumnya disebabkan karena terkikisnya lapisan email atau karena terpaparnya akar gigi. Gigi menjadi sensitif ketika gusi terbuka, sehingga dentin, lapisan di bawahnya, terpapar berbagai rangsangan.

Dentin terdiri dari bagian dalam gigi dan akar yang terhubung pada ribuan saluran kecil menuju saraf pusat gigi. Sehingga jika gigi terkena rasa dingin, panas, gesekan keras, dsb maka akan memicu rasa ngilu atau sensitif.

Faktor lain pemicu gigi ngilu :
  1. Lubang pada gigi, dimana gigi berlubang bisa menjadi tempat bakteri bersarang.
  2. Efek samping dari proses tertentu, seperti prosedur dari dokter gigi untuk pemutihan gigi maka menimbulkan efek ngilu.
  3. Radang pada gusi
  4. Menyikat gigi yang terlalu kencang.
  5. Terjadi penumpukan plak.
  6. Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam.

Tips umum cara mengatasi gigi sensitif (ngilu)

1. Memakai pasta gigi khusus untuk gigi sensitif
Karena gigi sudahlah sensitif, maka rajin-rajinlah dalam menyikat gigi, yang minimal 2 kali dalam sehari yaitu ketika pagi hari dan juga menjelang tidur malam, kalau bisa tiga kali dalam sehari (itu lebih baik lagi).

Lalu penting untuk memakai pasta gigi yang memang dibuat khusus untuk penderita gigi sensitif, sehingga mampu untuk mengatasi masalah ngilu yang dialami.

Penggunaan pasta gigi khusus terbukti efektif, karena secara signifikan mampu mengurangi frekuensi timbulnya rasa ngilu.

Selain itu dalam menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, pada box pasta gigi biasanya terdapat informasi tentang cara pemakaian yang baik dan benar, yang sangat pentiing bagi penderita gigi sensitif.

2. Rajin berkumur
Hal ini juga baik dilakukan, perawatan gigi sensitif bisa lebih efektif dengan rajin berkumur, biasanya setelah Anda selesai makan, maka jangan malas untuk berkumur.

Menfaatnya juga untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi, agar bakteri-bakteri tidak bersarang di gigi.


3. Gunakan sikat gigi yang memiliki bulu yang lembut
Sikat gigi yang memiliki bulu yang lembut sangat penting dipilih, terutama bagi yang mengalami masalah gigi ngilu, dimana bulu sikat yang lembut ini bermanfaat untuk menurunkan frekuensi ngilu di gigi.

Rasa ngilu pada gigi bisa timbul karena menggosok gigi yang menggunakan sikat berbulu kasar, sehingga jusru menyakiti gigi itu sendiri.

Tidak jarang ditemui orang-orang yang menyikat gigi yang caranya tidak benar, mengalami rasa nyeri di giginya. Tekanan ketika menggosok gigi juga perlu diperhatikan, jangan terlalu keras dalam menekan.

4. Hilangkan berbagai kebiasaan buruk yang melibatkan gigi
Kalau poin keempat ini lebih kepada masalah iseng, seperti kebiasaan menggertakan gigi ataupun juga menggigiti benda dalam rangka “katanya” untuk mengisi waktu senggang.

Lebih baik pilihlah kegiatan yang bermanfaat, jangan melakukan hal-hal yang iseng-iseng seperti itu yang dapat berakibat buruk pada gigi.

Demikian juga, siapkan gunting di rumah, ketika ingin membuka sebuah bungkus makanan dari plastik, maka gunakan gunting, jangan menggunakan gigi, ini penting diingat.

5. Kurangi konsumsi yang minuman bersoda
Minuman yang bersoda ini mengandung asam yang cukup tinggi, dimana itu berakibat dapat mengeroposkan zat perlindungan pada gigi.

Selain itu minuman bersoda juga biasanya disajikan dalam bentuk dingin, sehingga tidak baik jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dalam setiap harinya.

Minuman yang sangat menyehatkan, yang tidak diragukan lagi, yaitu air putih, yang wajib untuk dikonsumsi dalam setiap harinya, ada yang mengatakan minimal 8 gelas dalam setiap hari.

6. Mengkonsumsi buah apel
Hal yang cukup unik, dimana untuk mengatasi gigi sensitif dengan mengkonsumsi apel, dimana sebenarnya buah apel memiliki kemampuan untuk merangsang produksi air liur.

Pada sejumlah penelitian yang telah dilakukan, bahwa produksi air liur yang kurang, atau mulut yang kering ini mengakibatkan meningkatnya resiko nyeri pada gigi.

Untuk itu cukup penting mengkonsumsi apel, karena apel juga harganya tidak mahal, dan mudah diperoleh.

7. Berkonsultasi ke dokter gigi
Hal ini penting jika masalah pada gigi dirasa sudah parah, atau sangat mengganggu, yaitu bertanya kepada dokter yang merupakan ahlinya...

...maka kita dapat mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut dengan akurat, yang berdasarkan informasi dari dokter gigi, maka Anda akan memperoleh "petuah" tentang apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi.

Cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang
Gigi berlubang disebabkan karena terlalu sering makan makanan manis, malas membersihkan gigi ataupun karena cara menyikat gigi yang salah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi ngilu karena berlubang, dengan menggunakan ramuan alami, yaitu:

Berkumur dengan air garam
Air garam efektif untuk mengatasi ngilu pada gigi, karena garam mengandung sifat anti-bakteri yang mampu membunuh kuman dan virus penyebab gigi ngilu dan berlubang.

Untuk menggunakan ramuan, pertama-tama siapkan segelas air hangat, lalu masukan satu sendok garam, lalu aduk hingga rata. Terakhir berkumurlah dengan ramuan air garam tersebut.

loading...

Minyak cengkeh
 Kandungan antioksidan pada minyak membunuh kuman penyebab ngilu. Cengkeh memiliki kandungan alami dan rasanya seperti air.

Untuk membaut ramuan alami menggunakan minyak cengkeh ini, pertama-tama ambil kapas lalu celupkan pada minyak cengkeh, lalu tempelkan pada gigi yang terasa ngilu.

Bawang putih dan bawang merah
Kedunya adalah bahan alami yang efektif untuk menghilangkan ngilu pada gigi.  Hal ini karena bawang merah dan bawang putih mengandung enzim pembunuh kuman dan bakteri yang bersarang pada gigi berlubang.

Untuk membuat ramuannya, pertama-tama ambill satu siung bawang putih atau bawang merah, lalu taburi sedikit garam, lalu kunyah secara perlahan yang mengenai gigi selama 3 menit.

Menurut laman Searchhomeremedy.com, dengan menempatkan sepotong bawang pada gigi yang terinfeksi dapat mengobati rasa sakit akibat gigi berlubang. Selain itu, sering konsumsi bawang merah maupun putih dapat membantu mengurangi masalah gigi berlubang.

Sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung bawang di dalam, untuk mengatasi masalah gigi berlubang.

Hindari makanan tertentu
Hindari makanan tertentu yang menjadi pemicu gigi ngilu, seperti makanan yang sangat panas dan sangat dingin.

Hal ini agar masalah gigi ngilu tidak kambuh kembali, yang tentunya akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara mengatasi gigi ngilu setelah ditambal

Ketika Anda tambal gigi, dan setelahnya muncul masalah ketika terkena makanan / minuman yang terlalu dingin dan panas akan terasa ngilu.

Tentunya kejadian itu membuat heran, dan juga cukup menganggu aktivitas sehari-hari, maka tidak jarang ada yang bertanya-tanya, apakah perlu tambal ulang...

Jika Anda pernah mengalami masalah seperti ini, maka sebelumnya juga ada yang pernah bertanya kondisi seperti ini di layanan e-konsultasi Klikdokter.com. Maka saat itu dijawab oleh Drg. Martha Mozartha, M.Si, katanya rasa ngilu setelah menambal gigi sering ditemuinya...

...terutama jika lubang gigi sudah cukup dalam, dan ditambal dengan menggunakan bahan tambal sewarna gigi yaitu resin komposit.

Gigi dapat terasa sensitif (ngilu) jika terkena rangsangan suhu ataupun saat tertekan saat mengunyah. Biasanya, rasa ngilu dapat hilang dengan sendirinya, sehingga pada dasarnya tidak perlu meminum obat anti nyeri.

Akan tetapi, apabila memang ngilu masih terasa setelah satu bulan gigi ditambal, maka perlu melakukan pemeriksaan kembali tambalan tersebut ke dokter gigi yang merawat Anda.

Ada kemungkinan ketika ditambal saat itu, kondisi lubang gigi sebenarnya sudah terlalu dalam, yaitu mencapai rongga yang berisi syaraf dan pembuluh darah. Sehingga dlaam kondisi seperti itu perlu dilakukan restorasi.

Kemungkinan lainnya karena kualitas tambalan yang kurang baik ataupun lubang gigi yang ternyata kurang dibersihkan secara sempurna sebelum peletakan bahan tambal di dalam lubang gigi, sehingga kondisinya yaitu masih ada infeksi di bawah tambalan. Apabila terjadi seperti itu, maka biasanya tambalan tersebut dibongkar, lalu ditambal ulang.

Drg. Martha Mozartha, M.Si juga menyarankan, ketika dalam masalah seperti in, maka untuk sementara waktu gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, lalu hindari mengkonsumsi makanan / minuman yang terlalu panas atau dingin.

Mengatasi masalah gigi ngilu dengan ke dokter gigi
Ketika seseorang memeriksakan diri ke dokter gigi, maka dokter akan mendeteksi penyebab gigi ngilu Anda berdasarkan pemeriksaan, riwayat dan gejala yang disampaikan. Dokter biasanya memberikan beberapa bentuk pengobatan dan saran.

Yang pertama menggunakan pasta gigi dengan formula tertentu khusus untuk gigi sensitif, karena sebagian pasta gigi mampu meredam rasa ngilu.

Kedua, dokter mengolesi gigi  yang sensitif dengan fluoride dan meresepkannya untuk digunakan di rumah, manfaatnya untuk bisa memperkuat email gigi dan juga meredakan rasa ngilu.

Ketiga.  Akar gigi yang telah kehilangan lapisan gusi menyebabkan gigi menjadi ngilu. Sehingga dokter akan melakukan proses pengambilan gusi dari bagian lain, untuk kemudian dipasang pada bagian yang hilang ini.

Keempat. Proses merawat pulpa gigi, yang memberikan dampak cukup besar. Metode pengobatan ini dilakukan jika bentuk pengobatan lain sudah tidak efektif, dimana rasa nyeri juga rasanya sudah tidak tertahankan.

Dokter biasanya juga memberikan saran untuk membatasi makanan dan minuman asam, seperti minuman soda, yogurt, dan jeruk sitrus, karena beresiko mengikis sebagian email gigi terus-menerus.

Selain itu, hindari langsung menyikat gigi setelah baru saja mengonsumsi makanan dan minuman yang rasanya asam. Asam membuat email gigi menjadi lebih lunak, sehingga berakibat mudah terkikis saat disikat.

Share:

Seberapa Penting Ibu Hamil Memperhatikan Kesehatan Gigi & Mulut?

Tentunya Ibu hamil akan rutin untuk check up (memeriksa diri) ke dokter kandungan,  karena memang penting.

Tetapi hal yang masih asing jika ibu hamil pergi ke dokter gigi... Sangat jarang ibu hamil yang pergi mengantri di ruang praktik dokter gigi.

Padahal perlu diketahui, bahwa kesehatan mulut bisa berpengaruh dengan pertumbuhan janin sang calon bayi

Seberapa Penting Ibu Hamil Memperhatikan Kesehatan Gigi & Mulut?

Banyak Ibu hamil enggan memeriksakan giginya kepada dokter gigi. Hal ini bisa membahayakan Ibu Hamil sendiri. Jika rasa cenat-cenut akibat peradangan gusi, maka bagian gusi yang meradang akan menjadi bengkak dan mudah berdarah. 

Hal ini membuat Ibu Hamil sulit bicara dan sulit makan. Akibatnya pasokan nutrisi yang dibutuhkan juga terganggu. Sehingga pertumbuhan janin juga akan terganggu.

Jika tidak diobati atau dilakukan tindakan perawatan gigi, infeksinya dapat meluas hingga ke pembuluh darah, ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kondisi sepsis yang mengancam jiwa Ibu Hamil sendiri.

Seorang Ibu Hamil akan mengalami beberapa perubahan penting akibat kehamilan, seperti perubahan pola makan, peningkatan asam lambung ke mulut karena adanya keluhan mual, dan juga suka muntah pada awal kehamilan. 

Akibatnya Ibu Hamil akan rentan menderita penyakit peradangan, yang disebut dengan infeksi pada gusi dan juga jaringan di sekitar gigi. Kondisi ini akan menimbulkan rasa “cenat-cenut” pada gigi.


Penyakit gusi yang cukup sering terjadi yaitu peradangan, atau dikenal dalam bahasa kedokteran yaitu "gingivitis". 

Ibu Hamil yang menderita gingivitis akan mengalami gangguan bicara dan juga makan, kondisi ini beresiko menghambat pasokan nutrisi untuk Ibu Hamil dan janin... 

...Sehingga pertumbuhan janin menjadi terhambat, yang akhirnya berakibat berat badannya sang bayi ketika lahir akan rendah.

Hal berbahaya lainnya yaitu akibat rasa nyeri dari peradangan dan infeksi, maka dapat memicu atau merangsang timbulnya zat prostaglandin yang memicu timbulnya kontraksi...

...Itu sangat berbahaya karena berakibat para risiko keguguran, atau juga mengakibatkan terjadinya persalinan sebelum waktunya (persalinan prematur).

Bolehkah seorang Ibu Hamil mencabut atau tambal Gigi? 

Memang gigi berlubang sangat membuat tidak nyaman. Oleh karena itu, gigi yang sehat dan terawat sangat penting bagi Ibu Hamil dan orang-orang secara umum.

Mencabut atau menambal gigi pada saat kehamilan pada dasarnya boleh saja dilakukan, tetapi dokter gigi pastinya akan berhati-hati dengan memperhatikan terlebih dahulu kondisi gigi, gusi, dan lainnya.

Ketika ke dokter gigi, jangan lupa memberitahu dokter tentang usia kehamilan, sehingga nantinya dapat dijadikan bahan pertimbangan seperti pemeriksaan tambahan dengan X-ray.

Nah, jika Ibu Hamil sudah terlanjur mengalami sakit gigi, segera periksa gigi untuk mendapatkan perawatan yang seharusnya.

Adapun untuk pertolongan pertama, maka bisa berkumur dengan air garam hangat dan minum obat penghilang rasa nyeri.

loading...


Hal lainnya mengapa Ibu hamil harus menjaga kesehatan gigi dan mulut:

Ibu hamil mengalami perubahan hormon baik itu progesterone maupun estrogen, akibatnya bisa mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi....

...Dimana kondisi ibu hamil trimester pertama umumnya rentan mual dan muntah, serta kelebihan air liur. Bila tidak rajin kumur dan menggosok gigi maka kuman dan bakteri penyakit rentan untuk tumbuh, yang juga memicu bau mulut dan sariawan pada rongga mulut.

Ibu hamil harus dalam kondisi yang baik dan tenang jiwanya. Terganggu kenyamanan dan kurang istirahat akibat sering sakit gigi dan ngilu, menjadi hal yang tidak baik bagi Ibu hamil.

Pada saat hamil kondisi gigi yang berlubang akan bertambah parah akibat penyerapan kalsium dari tubuh ibu hamil yang dibutuhan ibu bayi untuk proses pertumbuhan.

Ibu hamil dengan keadaan gigi yang sakit parah akan merusak keluarnya hormone prostaglandin. Hormone yang merangsang timbulnya kontraksi pada rahim. Bila terus menerus rahim berkontraksi maka kelahiran prematur bahkan keguguran beresiko terjadi.

Infeksi pada gigi ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan. Menurut hasil penelitian dari Journal Of Obstetrics Gynecology, ibu yang gusinya terinfeksi dapat menularkan infeksi pada janin melalui peredaran darah plasenta.

Sementara itu, di North Carolina menemukan fakta bahwa Bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab gigi berlubang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dan selanjutnya dapat mencapai jantung, yang mengakibatkan gangguan pada jantung.

Tips bagi ibu hamil untuk bisa tetap memelihara kesehatan mulut dan gigi:
Prosedur-prosedur yang dapat menimbulkan stress atau yang melelahkan pasien, seperti pengambilan gigi terpendam, umumnya akan dihindari oleh dokter, atau ditunda dulu.

Penggunakan radiograph juga dihindari terutama pada trimester pertama dari kehamilan, karena pada saat itu perkembangan janin sangat peka terhadap radiasi.


Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Ibu Hamil:

#1. Pastikan kebutuhan kalsium bagi tubuh terpenuhi.

#2. Sikat gigi minimal dua kali sehari untuk menghilangkan segala plak yang menempel.

#3. Sering-sering membersihkan gigi dari sisa makanan pada sela gigi yang sulit dijangkau.

#4. Gunakan obat kumur antibakteri untuk mencegah terjadi gingivitis.

#5. Jangan lupa membersihkan lidah dari bakteri dengan sikat gigi atau alat khusus pembersih lidah.

#6. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai. Jangan menganggap remeh mengenai ukuran sikat gigi. Sebab ukuran yang tidak pas bisa menyebabkan rusaknya gusi, akibat sering terkena gesekan sikat gigi dan gusi.

#7. Ketika muntah atau sering mengeluarkan air liur, jangan lupa untuk berkumur.

#8. Disarankan berkumur dengan air hangat yang dibubuhi garam. Guna membersihkan sisa-sisa lemak pada rongga mulut dan sela gigi.

#9. Pilih pasta gigi yang tidak merangsang alergi, utamanya lagi jika Anda mengalami gusi sensitif.

#10. Jika Ibu hamil ingin menggunakan obat kumur, maka perhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil.

#11. Disarankan Ibu hamil berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum menggunakan obat kumur.

#12. Penggunaan obat kumur untuk mengatasi bakteri penyebab bau mulut dan mengatasi keasaman pada rongga mulut.

#13. Jika Ibu hamil menggunakan gigi palsu, penting untuk tetap merawat gigi palsu secara teratur.

#14. Konsumsi buah-buahan berserat dan kaya akan kandungan vitamin C.

#15. Lakukan pemeriksaan rutin dan pembersihan gigi ke dokter. Dokter akan melakukan penanganan dengan tepat
Share:

Cara Menyikat Gigi Yang Benar (Kesalahan dalam Menyikat Gigi)

Kita dari kecil tentunya sudah pernah diajarkan untuk menyikat gigi.

Biasanya sikat gigi yang paling utama adalah pagi hari dan juga malam hari sebelum tidur.

Dengan menggosok gigi, sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi.

Gigi yang sehat yaitu gigi yang bersih dan ditopang dengan gusi yang juga sehat. Gusi yang sehat yaitu berwarna merah muda dan terlihat kencang.

Cara Menyikat Gigi Yang Benar (Kesalahan dalam Menyikat Gigi)
Sikat Gigi | Sumber gambar: Wikimedia.org

Banyak orang-orang yang langsung menyikat gigi setelah selesai makan, karena mungkin saking semangatnya...

...Perlu diketahui bahwa kadar pH dalam mulut akan berubah setelah selesai makan. Dengan begitu lapisan email gigi akan bisa menipis apabila langsung menyikatnya.

Untuk itu sikatlah gigi sekitar satu jam setelah makan, dengan begitu Anda menyikat gigi ketika kadar asam dalam mulut kembali normal.

Penting untuk sikat gigi pada malam hari sebelum tidur
Hal yang penting diketahui, bahwa menyikat gigi pada malam hari memiliki manfaat yang sangat besar, untuk itu jangan lupa sebelum tidur harus menyikat gigi terlebih dahulu.

Hal itu karena gigi dan mulut sudah digunakan beraktifitas selama seharian, sehingga sisa-sisa makanan akan lebih banyak pada malam hari.

Saat tidur, mulut dan gigi akan beristirahat total, yang dengan begitu jika membersihkan gigi pada malam hari sangat berguna agar sisa-sisa makanan tidak akan bereaksi dengan enzim dalam mulut.


Jangan asal pilih produk
Agar menunjang kebersihan gigi secara optimal, maka pilihlah sikat gigi dan pasta gigi yang bagus.

Sikat gigi yang bagus ciri-cirinya yaitu sikat gigi yang bulu-bulunya dapat memijat pada bagian gusi. Untuk itu pilihlah sikat gigi dengan bulu yang tidak terlalu keras.

Penyebab lubang pada gigi tidak hanya karena makanan manis, dan juga sisa-sisa endapan makanan, tetapi apabila seseorang yang salah dalam menyikat gigi, yang dapat mengakibatkan gigi menjadi berlubang.

Gosok dengan lembut
Gosoklah gigi anda dengan lembut. Jangan terlalu keras dan gosoklah dengan lama di arah depan terlebih dahulu.

Menggosok gigi dengan keras menyebabkan gusi surut dan gigi menjadi sensitive.

Anda perlu menghindarkan hal yang beresiko menyebabkan gusi bengkak, akibat terlalu menekan saat menggunakan sikat gigi secara keras.

Perlu diketahui, bahwa menyikat gigi tidak hanya tarik sana dan tarik sini, apalagi dilakukan secara kasar.

Yang benar adalah menggosok dengan perlahan sehingga mengenai banyak tempat, yang ampuh untuk menghilangkan sisa makanan yang tertempel di dalam mulut atau gigi.

Sikat gigi satu persatu
Hindari menyikatnya gigi lansung keseluruhan, akan tetapi satu per satu. Usahakan menyikat gigi selama 10 detik per gigi. Sehingga gigi benar-benar bersih.

Rongga mulut juga sebaiknya dibersihkan dengan baik.

Sikat arah vertical
Sikat gigi dengan arah vertical hingga seluruh kotoran pada sela-sela gigi terangkat. Pastikan semua sela-sela gigi terkena sikat gigi.

Vertikal di bagian kanan dan kiri
Setelah menyikat gigi bagian depan, lalu beralih menyikatnya secara vertical di bagian samping kanan dan kiri.

Sikat bagian dalam gigi
Setelah menyikat bagian samping kanan dan kiri, lalu sikat bagian dalam gigi. Sikat ccara merata dan perlahan bagian dalam gigi. Hal itu karena bagian dalam gigi banyak terdapat sisa-sisa makanan.

loading...

Menyikat lidah dan langit-langit
Saat menyikat gigi, bukan hanya gigi yang disikat, namun sikat juga lidah dan langit-langit, sebab bakteri juga bersarang di dua tempat tersebut.

Cara menyikat lidah yang benar
Dari laman Okezone.com. Bila Anda kurang memperhatikan menyikat lidah, beresiko timbulnya penyakit gusi, yang berkorelasi dengan penyakit jantung. Ini adalah penjelasan Pia Lieb, DDS, dokter gigi kosmetik di New York City.

Kebersihan lidah yang kurang juga menyebabkan napas berbau.

“Untuk membantu Anda menangani masalah ini, gunakanlah alat pembersih lidah plastik yang keras dan kuat. Hindari model gelang lembut atau lekukan pada bagian belakang sikat gigi Anda, yang tidak cukup kuat untuk membersihkan lidah,” saran Dr Lieb.

Setelah memiliki alat pembersih lidah, capai bagian belakang lidah dan kerik permukaan lidah yang berpapila beberapa kali untuk menarik setiap plak dari makanan dan bakteri, ke depan lidah.

Setelah Anda menyikat lidah, disarankan menggunakan obat kumur yang mengandung hidrogen peroksida untuk mengangkat dan membilas keluar setiap masalah yang tersisa di mulut.

Bakteri anaerob berkembang biak dalam lingkungan gelap, lembab, dan hangat seperti lingkungan mulut saat Anda sedang tidur,” kata Dr Lieb.

Gunakan penyegar mulut
Penting juga menggunakan cairan penyegar mulut. Cairan mulut bermanfaat untuk mengurangi jumlah bakteri pada mulut. Selain itu, mulut akan segar dan terhindar dari bakteri.

Pilihlah sikat yang lembut
Saat memilih sikat gigi, pilih yang bulu sikatnya lembut karena menggunakan sikat yang keras akan merusak gusi.

Hindari menggunakan sikat dengan bulu yang keras dan kaku yang mengikis enamel gigi, mengiritasi gusi dan menyebabkan resesi. Selalu gunakan sikat gigi berbulu lembut.

Setelah pemakaian sikat gigi lebih dari 3 bulan, maka anda perlu segera menggantinya dengan yang baru. Agar mendapatkan manfaat maksimal dari menyikat gigi.

Memilih bentuk bulu sikat gigi yang benar
Sama seperti beragamnya ukuran sikat gigi, sikat gigi juga dibuat dengan bulu yang bermacam-macam. Ada yang lurus, bulat, bulu miring atau zigzag.

Dokter gigi menjelaskan bahwa posisi bulu miring adalah sikat gigi yang terbaik, karena lebih mudah untuk membersihkan semua gigi dengan benar.


Jangan gosok gigi setelah mengonsumsi soda
Soda membuat gigi rapuh, jika Anda langsung menggosok gigi setelah mengonsumsinya. Sisa asam pada soda yang bercampur zat pada odol mengakibatkan gigi rentan mengalami kerapuhan.

Jangan menyikat gigi terlalu sering 
Sebagian orang berlebihan, dengan menyikat gigi terlalu sering. Jika Anda menyikat lebih dari 3 kali sehari, justru membahayakan gigi Anda sendiri karena bisa menyebabkan resesi garis gusi serta percepatan erosi enamel gigi.

Tahap-tahap menyikat gigi dengan benar
Disarankan memilih pasta gigi yang mengandung fluoride. Lalu pilih sikat gigi yang sesuai, sesuaikan kepala sikat gigi dengan lebar mulut Anda.

Kepala sikat dengan ujung yang kecil akan memudahkan Anda untuk menjangkau bagian gigi terdalam. Pilih juga sikat dengan gagang yang nyaman dipegang.

Langkah-langkah yang disarankan dalam menyikat gigi:
  1. Letakkan bulu sikat pada permukaan gigi dekat tepi gusi, dengan posisi membentuk sudut 45 derajat. Mulai menyikat gigi pada gigi geraham atas atau pada gigi belakang di salah satu sisi mulut. 
  2. Sikatlah dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah selama sekitar 10-20 detik untuk setiap bagian.
  3. Sikat setiap bagian gigi, mulai dari bagian gigi yang biasa dipakai untuk mengunyah, gigi yang dekat dengan pipi dan lidah. 
  4. Pastikan semua permukaan gigi disikat. Serta pastikan semua sisa makanan terbuang.
  5. Untuk membersihkan permukaan dalam gigi depan, Anda harus memegang sikat gigi secara vertikal atau menggunakan ujung kepala sikat gigi. Sikat dengan gerakan melingkar dari tepi gusi sampai atas gigi. Lakukan gerakan ini berulang sebanyak 2-3 kali.
  6. Anda bisa seseali mengubah pola menyikat gigi. Karena menyikat gigi dengan cara yang itu-itu saja membuat bagian lain bisa terabaikan.
  7. Jika Anda memulainya dari bagian geraham atas, maka Anda akan menyelesaikan sikatan pada gigi geraham bawah. 
  8. Lama waktu menyikat seluruh bagian gigi adalah sekitar 2-3 menit.
  9. Terakhir, bilas mulut hingga bersih.
  10. Dan juga pastikan membilas sikat gigi hingga bersih.

Penutup
Tujuan utama menggosok gigi yaitu untuk menghindarkan dan membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi.

Apabila sisa makanan ini dibiarkan, nantinya membentuk plak kuning. Dan jika plak kuning itu dibiarkan lama akan mengakibatkan karang gigi dan bau tak sedap pada mulut.

Selain itu memilih sikat gigi yang baik juga harus diperhatikan, agar gigi bisa tetap sehat.
Share:

Cara Benar Memilih Sikat Gigi (Cara Menyimpannya Yang Baik)

Pemilihan sikat gigi adalah hal yang sangat penting, tidak boleh disepelekan sama sekali. Salah dalam menggunakan sikat gigi bisa berakibat fatal pada kesehatan gigi.

Seroang Ibu yang bertanya pada pakar kesehatan, dimana dengan banyaknya jenis sikat gigi yang ditawarkan, membuat dirinya bingung untuk memilih sikat gigi yang terbaik.

Pada pertanyaan kedua, dia bertanya apakah perlu dibedakan penggunaan pasta gigi untuk orang dewasa dan anaknya yang berumur 10 tahun.

Maka dijawab oleh Prof Dr Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM bahwa gigi dan rongga mulut sangat perlu untuk mendapat kan perawatan serius.

Hal itu karena gigi yang berlubang dapat menjadi tempat masuk kuman ke dalam peredaran darah, sehingga dapat menimbulkan penyakit berbahaya, salah satunya seperti penyakit jantung.

Sikat Gigi
Sikat Gigi | Sumber gambar: Pixabay.com

Saat ini banyak orang yang tidak mempedulikan perawatannya, dan bahkan menganggap wajar jika ada gigi yang bolong atau tanggal. 

“Yang ditanyakan Ibu Nanik termasuk kompetensinya dokter gigi karena itu saya konsultasikan kepada kolega dokter gigi, dan berikut sarannya...”

Bahwa pada prinsipnya sikat gigi yang baik adalah sikat gigi yang dapat menjangkau semua permukaan  gigi, akan tetapi tidak melukai gusi saat dipakai. 

Sehingga pilih bulu sikat gigi yang harus terbuat dari bahan yang cukup lembut, dan memiliki ujung yang meruncing sehingga dapat dengan mudah menjangkau gigi-gigi yang sebelah dalam.

Kemudian yang diperhatikan adalah tempat penyimpanannya... Sikat gigi sebaiknya disimpan di wadah yang bersih dan tidak terkena serangga. 

Jangan menyimpannya berdesak-desakkan dengan sikat gigi yang lainnya, karena hal itu dapat menyebabkan menempel pada sikat gigi lain yang tidak bersih, yang ahirnya menjadi terkontaminasi. 

Selain itu, dianjurkan untuk mengganti sikat gigi setiap bulan.



[UPDATE]
Perhatikan Jenis Bulu Sikat
Ada tiga macam sikat gigi, yaitu yang eksturnya lembut, sedang dan keras.

Jika Anda memiliki gusi yang sensitif, yang disarankan adalah memilih bulu sikat gigi yang lembut.

Hal itu karena jika orang yang mengalami gusi sensitif memilih menggunakan bulu sikat gigi yang cenderung keras, sangat dikhawatirkan dapat merusak email gigi dan gusi.

Bahkan bisa menyebabkan terluka akibat tekanan dari bulu sikat gigi.

Perhatikan ukuran kepala dan ganggang sikat gigi
Selain Anda harus tepat dalam memilih tekstur bulu sikat, Anda juga harus mengecek ukuran kepala dan ganggang sikat gigi.

Dimana standar ukuran panjang sikat gigi yang bagus adalah 2.5 cm.

Adapun pada anak-anak adalah beukuran  1,5 cm.

Selain itu, belilah sikat gigi yang memiliki bentuk kepala yang oval. Kegunaannya agar dapat menjangkau (untuk membersihkan) hingga rongga mulut yang paling sempit.

Hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan:
Pilih kepala sikat gigi dengan ujungnya yang mengecil, hal ini untuk membuat pergerakan bulu sikat menjadi semakin mudah agar menjangkau semua bagian gigi, termasuk pada yang terujung.

Beli sikat gigi yang memiliki pegangannya cukup panjang, hal ini agar Anda bisa lebih mudah dan nyaman dalam menggerakkan sikat gigi.

Segera ganti jika kepala sikat terasa tidak nyaman atau terlalu besar di dalam mulut Anda. Untuk anak, pilih sikat gigi yang sesuai dengan usia dan ukuran mulutnya.

Pada label sikat gigi yang terdapat pilihan soft, medium, atau hard. Untuk pemilihannya harus sesuai dengan kekuatan dan tekanan dalam menyikat gigi. Jika  Anda menyikat dengan keras serta menggunakan bulu sika yang seras, maka hal ini bisa merusak gusi, akar, dan lapisan pelindung gigi, 

Cara Menyimpan & Merawat Sikat Gigi
Selain baik dalam memilih sikat gigi, Anda juga harus sama baiknya dalam menyimpan sikat gigi.

Setelah menggunakan sikat gigi, Anda harus mencuci sikat gigi di bawah air mengalir sehingga membersihkan semua sisa-sisa pasta maupun makanan.

Anda disarankan merendam sikat di dalam cairan pencuci mulut antibakteri.

Dalam menyimpan sikat gigi, tempatkan ke tempat tertutup yang masih ada sedikit celah udara. Hal itu karena jika tidak ada sirkulasi udara pada tempat penutup sikat gigi, bisa memicu pertumbuhan bakteri yang cepat.

Kamar mandi dan toilet merupakan tempat sarang bakteri dan kuman. Oleh karena itu hendaknya menjadikan Wastafel di luar kamar untuk meletakkan sikat gigi. Hindarkan tejadinya sentuhan antar sikat gigi saat Anda simpan.

Hindari berbagi sikat gigi dengan orang lain, walaupun anggota keluarga sendiri.

Mengenai Pasta Gigi
Prof Dr Zubairi Djoerban, menjelaskan bahwa pada setiap pasta gigi terdapat senyawa-senyawa yang berbeda-beda, tetapi kesemuanya itu berguna untuk mencegah terjadinya plak dan gigi berlubang.

Umumnya semua pasta gigi itu baik. Yang paling penting diperhatikan adalah sikat gigi secara teratur dan benar, minimal dua kali sehari.

Adapun pasti gigi untuk dewasa umumnya mengandung mentol atau mint, sehingga mungkin anak-anak memang tidak begitu menyukainya. Tetapi jika anak mau menerimanya, maka pasta gigi tidak lagi perlu untuk dibedakan.

Akan tetapi apabila Anda memiliki anak yang masih sangat kecil, maka hati-hatilah dalam memakai pasta gigi jika ia belum bisa berkumur.

Karena pasta gigi yang tertelan bisa menyebabkan fluorosis atau kelebihan flour, sehingga sangat tidak baik.

Semoga Bermanfaat.
Share:

Featured Post

Waspada! Gejala Demam Berdarah Dan Cara Pencegahanya

Gejala demam berdarah - Nyamuk Aedes merupakan nyamuk pembawa virus dengue dan biasanya hanya nyamuk betina yang mengigit dengan mengambil ...

Contact Form

Name

Email *

Message *