3 Fase Proses Penyembuhan Luka Yang Menakjubkan

Penyembuhan luka merupakan sebuah proses yang cukup kompleks dengan berbagai faktor, dimana faktor-faktor tersebut saling terkait pada proses penyembuhan luka.

Penjelasan secara sederhananya bahwa luka adalah rusaknya kesatuan / komponen jaringan.

Dan tentunya jika seseorang mengalami luka maka akan sangat mengharapkan luka yang dideritanya tersebut  cepat segera sembuh.

Untuk kesembuhan luka tentunya akan melalui proses-proses...

Proses penyembuhan luka merupakan sebuah fenomena yang sangat menakjubkan, seperti yang sudah dikatakan bahwa proses penyembuhan melibatkan banyak faktor yang mempengaruhi.

Faktor-faktor tersebut secara garis besar yaitu termasuk keadaan fisik dan psikologis...

Bahkan kondisi psikologis seseorang dapat menyebabkan waktu proses penyembuhan menjadi cepat atau justru lama.

Proses penyembuhan luka sebenarnya terjadi secara normal tanpa bantuan, walaupun beberapa bahan perawatan akan bisa membantu untuk proses penyembuhan lebih cepat.

Seperti salah satu proses perawatan untuk melindungi area yang terkena luka agar bebas dari kotoran, hal itu dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pada area tubuh yang terkena luka tersebut.

Dengan melakukan hal ini, maka akan sangat efektif membantu meningkatkan penyembuhan jaringan yang luka tersebut.

Fase penyembuhan luka melalui 3 tahap, yaitu:


1. Tahap / Fase Inflamasi

Tahap inflamasi ini berlangsung sejak terjadinya luka sampai sekitar hari kelima atau seminggu.

Pada tahap ini, Pembuluh darah yang terputus pada daerah luka akan menyebabkan terjadinya pendarahan.

Dengan begitu tubuh akan berusaha untuk menghentikannya dengan mengerutkan ujung pembuluh darah yang terputus.

Pada tahap ini juga Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik untuk membantu mencerna bakteri dan kotoran pada luka.

Limfosit dan monosit kemudian akan muncul dan ikut menghancurkan dan memakan kotoran luka dan bakteri.

2. Tahap Proliferasi

Tahap proliferasi berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira-kira akhir minggu ketiga.

Fibroblast berasal dari sel mesenkim (yang belum berdiferensiasi), kemudian menghasilkan mukopolisakarida, asama aminoglisin, dan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen serat, dimana mereka akan bekerja untuk mempertautkan tepi luka.

Pada fase ini serat akan dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan yang ada pada luka yang cenderung mengerut. 

Kemudian luka akan dipenuhi sel radang, fibroblast, dan kolagen, yang membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus (disebut jaringan granulasi).

Epitel tepi luka terdiri dari sel basal yang terlepas dari dasarnya, kemudian berpindah mengisi permukaan luka.

Tempatnya kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis. Dengan tertutupnya permukaan luka, proses fibroplasia untuk pembentukan jaringan granulasi juga akan berhenti. Kemudian mulailah proses pematangan ke tahap penyudahan.

3. Tahap Penyudahan

Pada fase Penyudahan terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya jaringan yang baru akan terbentuk kembali. 

Fase ini memakan waktu berbulan-bulan dan akan dinyatakan selesai jika semua tanda radang (luka) sudah hilang semuanya.

Nah, tubuh akan berusaha untuk membuat normal kembali dari akibat peradangan luka tersebut. Selama proses pada tahap ini akan terlihat jaringan parut yang pucat, tipis, dan lemas.

Demikian saja telah dijelaskan secara sederhana tentang proses penyembuhan luka. Semoga bermanfaat.
Share:

Dampak Penyempitan Pembuluh Darah (Ciri-ciri, Penyebab & Cara Mencegahnya)

Jantung merupakan organ tubuh yang paling vital, jika jantung berhenti berdetak maka sama saja kehidupan seseorang akan berakhir.

Dimana jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh manusia. Apabila darah tidak mengalir (bersirkulasi) dengan baik, akibatnya organ-organ lainnya tidak bisa berfungsi dengan baik.

Terdapat beberapa penyebab jantung tidak bekerja dengan baik, salah satunya karena akibat penyempitan pembuluh darah di jantung.

Gangguan atau penyempitan pada pembuluh darah merupakan penyakit yang sangat berbahaya, karena dampak penyempitan pembuluh darah berakibat terjadinya gangguan pada sistem peredaran darah.

Yang hal itu dapat memicu timbulnya penyakit seperti jantung dan stroke.

Adapun penyebab munculnya penyakit penyempitan pembuluh darah adalah karena beradaan lemak dan kolesterol.

Apabila lemak dan kolesterol tersebut menumpuk pada dinding pembuluh darah, dan lama-kelamaan hal itu membuat saluran pembuluh darah menjadi semakin sempit. Akibatnya aliran darah menjadi tidak lancar.

Gambar penyumbatan pembuluh darah

Kemudian, penyempitan pembuluh darah termasuk ke dalam penyakit yang tidak saja menyerang jantung, namun juga dapat menyerang bagian tubuh yang sangat penting.

Seperti terjadinya penyempitan pembuluh darah ginjal, pembuluh darah di kaki, pembuluh darah di jantung, dan bahkan penyempitan pembuluh darah di otak.

Dan semua penyakit tersebut sangat berbahaya. Adapun yang paling berbahaya yaitu penyempitan pembuluh darah otak, yang akibat terburuknya yaitu pecahnya pembuluh darah di otak.

Tekanan darah yang tinggi akan sangat berdampak buruk untuk kesehatan. Tekanan darah yang tinggi bisa menjadi penyebab risiko timbulnya penyakit mematikan lainnya, seperti serangan jantung.

Ciri-ciri orang yang terkena masalah penyempitan pembuluh darah

Atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah karena plak lemak) menyebabkan terjadinya kekurangan pasokan aliran darah pada otot jantung dan organ-organ vital lainnya.

Di Negara Amerika Serikat lebih dari 700.000 orang terkena serangan jantung, sebanyak 400.000 orang diantaranya meninggal dunia.

Sehingga, penting untuk mengetahui tanda-tanda pembuluh darah yang tersumbat, guna mencegah hal-hal yang sangat tidak dinginkan.

Menurut Joel K Kahn, Dokter jantung asal Amerika, terdapat ciri-ciri seseorang terkena masalah penyumbatan pembuluh darah, berikut di bawah ini:

Gangguan pada otak

Orang yang mengalami penyumbatan pada pembuluh darah, bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada otak, seperti terlalu sering mengalami pusing di kepala bagian belakang, kehilangan keseimbangan, pendengaran agak terganggu,  kesulitan BAB, jiwa yang sulit diatur, dan kesulitan untuk berkonsentrasi

Hal itu terjadi karena aliran suplai darah yang menuju ke otak tidaklah memadai.

Bahaya lainnya yaitu terjadinya pendarahan dan pengerasan dinding-dinding pembuluh darah. Hal ini terjadi karena otak  yang berfungsi sebagai pengontrol seluruh anggota tubuh terganggu oleh masalah penyumbatan pembuluh darah tersebut.

Gangguan pada ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Penyumbatan pembuluh darah mngakibatkan oksigen dan nutrisi penting tidak dapat menuju ke organ vital, dimana ginjal tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik.

Akibatnya terjadi masalah gagal ginjal, yang mengakibatkan terjadinya masalah pada seluruh anggota tubuh, seperti masalah kelumpuhan hingga total, bahkan hingga kematian.

Untuk menghindari hal yang sangat tidak dinginkan ini, maka Anda benar-benar harus membatasi dalam mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak.

Nyeri pada kaki

Terjdinya nyeri, seringnya karena kekurangan vitamin D.

Disamping itu, juga bisa karena penyumbatan pembuluh darah. Yang nyeri pada kaki terjadi karena masalah penyumbatan pembuluh arteri kaki (klaudikasio).


Kebotakan

Sebuah penelitian yang melibatkan 37.000 pria, memberikan hasil penelitian bahwa kebotakan yang dialami pata pria tersebut diduga memiliki kaitan dengan gejala penyakit jantung kororer, akibat dari terjadinya penyumbatan pembuuh darah.

Pada penelitian lainnya, mengungkapkan bahwa lebih dari 7.000 orang yang 4.000 orang diantaranya wanita, mengalami kebotakan ringan. Yang jika sudah berada di tahap ini, beresiko tinggi terkena serangan jantung mendadak, baik itu pada pria maupun wanita.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi bisa menjadi tanda-tanda penyumbatan pembuluh darah. Sehingga apabila seorang pria tidak mampu melakukan ereksi, ada kemungkinan karena pembuluh darahnya yang tersumbat.

Sehingga, untuk mengatasi masalah ini, perlu menjaga gaya hidup yang baik, seperti mengonsumsi makanan sehat, tidak malas berolahraga dan mminimalisir mengkonsumsi makanan model fast food atau cepat saji.

Lipatan pada telinga

Lipatan pada telinga bisa menjadi tanda pembuluh darah tersumbat. Karena sebelumnya lipatan telinga mengindikasikan seseorang tengah menderita penyakit jantung koroner.

Adapun munculnya lipatan pada telinga karena sirkulasi darah di dalam tubuh yang buruk, seprti terjadi gangguan pada aliran darah dari pembuluh arteri yang menuju ke jantung.

Adapun beberapa ahli kesehatan lainnya menyatakan bahwa lipatan tersebut terjadi karena faktor penuaan, akan tetapi ketika diteliti memakai CT scan, maka ditemukan hasil bahwa lipatan pada telinga tersebut memang menandakan adanya penyakit jantung.

Penyebab penyempitan pembuluh darah di jantung

Penyebabnya karena menumpuknya lemak pada dinding pembuluh darah jantung (pembuluh koroner). Penimbunan plak dan diikuti proses buruk lainnya seperti pengapuran dan proses pembekuan darah, mengakibatkan penyempitan saluran pembuluh darah, dan akhirnya tersumbat.

Akibat penyempitan pembuluh jantung, bersiko membuat otot jantung kekurangan pasokan darah, sehingga mengakibatkan rasa nyeri ddi ada (angina pectoris) hingga yang terburuk yaitu kematian mendadak karena gagal jantung.

Untuk mencegah terkena serangan jantung yang disebabkan penyempitan pembuluh darah di jantung, berikut di bawah ini beberapa tipsnya:
  1. Hindari merokok
  2. Lakukan olahraga, seperti jongging, bersepeda dll. Minimal 3 kali dalam seminggu.
  3. Hindari jiwa terombang ambing dengan rasa stress dan depresi, alangkah baiknya jika mulai dari sekarang bejalar untuk selalu berpikir positif.
  4. Hindari kadar kolesterol (LDL) yang tinggi
  5. Hindari tubuh terkena tekanan darah tinggi (hipertensi)
  6. Jaga berat badan agar tetap ideal, sehingga terhindari dari resiko obesitas

Penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung karena kebiasaan mrokok, malas olahraga, rasa stres dan depresi, kadar LDL yang tinggi, hipertensi, obesitas, diabetes mellitus, serta karena riwayat keturunan (keluarga) ada yang terkena penyakit jantung.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari FKUI-RSCM, yaitu Dr. Muhammad Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci. Dia mengatakan bahwa kadar kolesterol yang terlalu tinggi akan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, di mana tekanan darah yang tinggi akibat kolesterol akan menyumbat pembuluh darah.

"Pada akhirnya, penyumbatan (pada pembuluh darah) tersebut akan mengakibatkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah, bila terjadi di dada bisa terkena serangan jantung," katanya, dalam sebuah acara/ seminar.


loading...

Stres bisa picu serangan Jantung

dr Basuni menjelaskan bahwa saat stres, tekanan darah meningkat. Denyut nadi dan jantung juga akan meningkat. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya robekan di pembuluh darah, serta menyebabkan ada gumpalan dan penyempitan di pembuluh darah. Demikian informasi yang diambil dari health.detik.com

Orang yang punya riwayat penyakit jantung dapat terkena risiko lebih besar terkena serangan jantung saat stres. Tetapi ada beberapa faktor risiko lain yang berperan besar seperti merokok, berat badan hingga kadar kolesterol di dalam tubuh.

Faktor risiko tersebut mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Pada serangan jantung, penyempitan pembuluh darah tidaklah selalu besar, hanya sekitar 50-60 persen.

"Kalau serangan jantung itu paling 50-60 persen, tapi langsung meninggal karena adanya robekan pembuluh darah. Ada juga yang penyempitan sudah 90 persen tapi pembuluh darahnya nggak robek jadinya tidak terkena serangan jantung," kata dr Basuni.

dr Daniel Tobing, SpJP(K), dari PERKI, mengatakan bahwa serangan jantung mematikan karena 50 persen pasien tidak mendapat pertolongan. Sehingga pertolongan pertama yaitu dengan membawa pasien ke rumah sakit secepatnya.

"Tinggal bagaimana pertolongannya. Kalau cepat, serangan jantung tidak akan mematikan dan pasien bisa selamat. Masalahnya 50 persen pasien tidak sampai mendapat pertolongan dan itu yang akhirnya meninggal," kata dr Daniel Tobing.

Penyebab pembuluh darah kaki daerah betis dan paha pecah

Sesorang bernama Mei Fen bertanya pada dr. Alan Goni, yang mengeluhkan kondisi pembuluh darah di betis, paha dan terkadang di lengan pecah dengan diameter 1 mm. Dia bertanya tentang peyebabnya.

dr. Alan Goni menjawab bahwa keluhan yang dialaminya itu disebut dengan istilah petechiae (diameter 5mm). Adapun diameter >5mm disebut dengan istilah purpura.

Umumnya, bintik-bintik merah yang ada disana tidak hilang apabila ditekan. Petechiae menandakan terjadinya gangguan pada trombosit atau juga peradangan pada pembuluh darah yang ada di sekitar.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan pembuluh darah kaki daerah betis dan paha pecah, yaitu:
  1. Trauma, karena pernah terbentur pada area tersebut 
  2. Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti spirin, warfarin, steroid 
  3. Peradangan pada pembuluh darah pada daerah tersebut 
  4. Gangguan pada trombosit 
  5. Gangguan pada proses pembekuan darah 
  6. Kekurangan vitamin K dan atau vitamin C 
  7. Gangguan pada organ hati (liver) 
  8. Gangguan pada organ ginjal 
  9. Faktor usia tua 


Apabila memang disebabkan karena usia tua, maka umumnya hal ini normal yang tidak perlu dilakukan apa-apa.

Saran dokter, agar jangan malas mengkonsumsi obat yang dianjurkan...

Menurut Dr. Muhammad Ikhsan, bahwa pasien-pasien yang menghentikan obat anti pembekuan darah sebulan pasca keluar dari perawatan rumah sakit maka cenderung untuk berkemungkinan mengalami hasil yang buruk dalam 11 bulan berikutnya, termasuk kembali ke rumah sakit, dan bahkan risiko mengalami kematian.

"Oleh karena itu, seharusnya minimal mereka tetap mengkonsumsinya dalam setahun, atau ada juga yang enam bulan, tergantung kebutuhan nya. Tetapi pada intinya, ada obat yang dikonsumsi," imbuhnya

Baca Juga:
Share:

15 Manfaat Tidur Dalam Keadaan Gelap (Mematikan Lampu)

Semakin malam dan semakin gelap, maka tubuh kita akan semakin merasa lelah dan mengantuk, alhasil keinginan untuk tidur pun semakin besar.

Ini adalah hal yang sangat wajar, dimana sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal meningkat seiring dengan waktu yang semakin malam.

Hormon inilah yang menyebabkan kita menjadi mengantuk di malam hari. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai sinyal yang positif bagi tubuh agar segera mengistirahatkannya.

Manfaat Tidur Dalam Keadaan Gelap (Mematikan Lampu)

Tidur sudah menjadi aktifitas yang rutin dilakukan setiap orang. Dengan tidur pada malam hari, maka manusia akan memberikan istirahat pada pikiran dan fisiknya, setelah sebelumnya pada siang hari melakukan aktifitas yang melelahkan.

Dan saat bangun pada pagi harinya maka badan akan terasa lebih terasa fresh dan dapat kembali beraktifitas seperti biasanya.

Sebagian orang ternyata ada yang tidur malam dalam keadaan lampu menyala. Ada juga yang tidur dengan mematikan lampu.

Pertanyaannya, apakah ada perbedaan diantara keduanya? Jawabannya adalah ada...

...karena tidur malam dalam keadaan lampu yang menyala akan membahayakan kesehatan tubuh.

Bahaya dari tidur dalam keadaan lampu menyala:

Meningkatkan risiko Kanker

Orang yang menyalakan lampu saat tidur, maka akan merangsang pembentukan sel kanker di dalam tubuh. Sehingga mematikan lampu ketika tidur di malam hari adalah hal yang sangat disarankan untuk dilakukan.

Menghambat prosuksi hormon melatonin

Hormon melatonin ini sangat berkaitan erat terhadap kemampuan tubuh dalam menjaga kekebalannya. Dengan tidur sambil menyalakan lampu maka akan menghambat produksinya hormon melatonin, sehingga munculah beberapa masalahnya karenanya.

Resiko leukemia pada Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala

Anak yang tidur dengan lampu menyala maka akan sangat beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan fakta bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat untuk melawan kanker.

Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, melewati lampu-lampu jalanan akan dapat menghentikan produksi zat melatonin tersebut.

Seorang Profesor Texas University mengatakan:
“Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian, sehingga produksi zat melatonin menurun.”

Sebuah penelitian dan dipublikasikan di kota London menemukan bahwa orang yang menderita kanker karena terlalu lama menggunakan lampu ketika tidur di malam hari.

Jumlah anak-anak yang terkena masalah leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah usia 15 tahun didiagnosa menderita leukimia ini per tahun, dan sekitar 100 orang meninggal.

Pada kenyataannya, orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin, dimana hanya terkena resiko yang sangat rendah terkena kanker.

Sehingga, hendaknya para orang tua menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning, apabila anak-anaknya takut pada kegelapan saat tidur, sehingga meminimalisir terhambatnya produksi zat melatonin.

Manfaat tidur dalam keadaan gelap:

1. Menjaga sistem kekebalan tubuh

Tidur malam di dalam kamar yang benar-benar gelap akan sangat bermanfaat untuk tubuh. Ahli biologi yang bernama Joan Robert mengatakan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika benar-benar tidak ada cahaya.

Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh, yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul apabila seseorang tidur di malam hari dalam keadaan lampu menyala.

Adanya cahaya atau sinar walaupun sedikit, maka membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, maka dapat menghemat banyak energi sekaligus juga meningkatkan kesehatan tubuh.

Untuk itu jika ada orang-orang yang tidur malam sambil menonton TV, maka ini adalah hal yang buruk.


2. Mencegah Kanker

Peneliti lain dari Inggris dan negara lainnya, menemukan hasil penelitian bahwa ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, maka bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Bahkan, para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik saja, maka bisa menyebabkan perubahan biologis, dimana itu beresiko terhadap munculnya penyakit kanker.

Untuk itu orang-orang yang bangun di malam hari, maka usahakan hindari menyalakan lampu. Normalnya produksi melatonin terjadi antara jam 9 malam hingga jam 8 pagi.

3. Mencegah kelebihan berat badan

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Spanyol dan Amerika Serikat, menemukan bahwa zat melatonin membantu untuk mengontrol berat badan.

Dimana tingkat melatonin, umumnya meningkat dalam gelap di malam hari, lalu akan muncul untuk melawan obesitas dengan merangsang produksi “lemak beige”.

“Lemak beige merupakan sejenis sel lemak tetapi bukan “lemak putih”, dan cenderung membakar kalori daripada menyimpannya. Akibatnya, “lemak baik” akan membantu mengatur berat badan dan metabolisme,” kata peneliti, dikutip Newsmaxhealth.

4. Menurunkan resiko depresi

Tidur dengan mematikan lampu memberikan perasaan nyaman dan rileks saat tidur, alhasil tubuh dan pikiran akan benar-benar dalam kondisi sepenuhnya tidur (istirahat) yang berkualitas.

Berdasarkan laporan dari hasil penelitian Ohio State University Medical Centre, menyatakan bahwa tidur dengan keadaan lampu yang menyala berakibat buruk pada perubahan struktur pada otak, serta menyebabkan depresi.

Peneliti dari Ohio State University melakukan percobaan terhadap hamster yang terus menerus diberikan lampu pada malam hari. Hal tersebut membuat si hamster menunjukkan tanda-tanda depresi. Dan semua gejala depresi pada hamster  akan hilang dalam dua pekan, setelah si hamster tidur di malam hari dengan lampu mati.

5. Menutunkan resiko kanker payudara

Paparan cahaya lampu saat tidur di malam hari sangat tidak baik bagi wanita, hal itu karena dapat meningkatkan resiko tubuh terkena kanker payudara dan juga kanker usus besar.

Dengan mematikan lampu saat tidur membantu tubuh secara maksimal memproduksi hormon melatonin, yang berguna sebagai kekebalan tubuh, serta sangat ampuh dalam membunuh dan menghambat perkembangan sel kanker.

Ahli biologi Joan Robert berkata bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini menjadi salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat

6. Tidur menjadi berkualitas

Tidur yang berkualitas yaitu selama tidur, organ otak benar-benar dalam keadaan beristirahat. Sinar cahaya saat tidur menjadikan kualitas tidur menjadi kurang baik, karena sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak.

Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus hingga ke bagian mata, walaupun tubuh sudah dalam keadaan terlelap tidur, sinar tersebut akan memasuki ruangan stimulator yang nantinya direspon oleh otak.

Sehingga, walau mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar mengakibatkan otak akan terus bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut.

Dengan tidur yang berkualitas di malam hari, sangat besar manfaatnya, yaitu untuk memaksimalkan proses detoksifikasi di dalam tubuh, guna menetralisir toksin yang merusak tubuh.

Proses detoksifikasi tubuh ini, terutamanya terjadi pada organ hati, yang prosesnya hanya bisa maksimal ketika tidur yang berkualitas.

Mekanismenya juga berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin.

Sehingga, tidur yang berkualitas (dengan keadaan gelap & tidur di awal waktu) membuat proses detoksifikasi hati dapat berjalan dengan optimal.

loading...

7. Tidur lebih nyenyak

Penelitian dari pihak American Medical Association (AMA), memberikan hasil penelitian bahwa lampu bisa memengaruhi ritme tidur alami pada tubuh.

Saat seseorang tidak punya waktu yang cukup dalam kegelapan, mengakibatkan tubuh tidak maksimal dalam memproduksi hormon melatonin, yang salah satu fungsi hormon ini agar membuat kita mengantuk di malam hari.

Yang artinya, hormon melatonin bisa memengaruhi seberapa nyenyak seseorang tidur dan pukul berapa bisa bangun.

Dalam penelitian American Medical Association, menjelaskan bahwa penggunaan barang elektronik seperti komputer, laptop, dan telepon genggam dapat memberikan efek gangguan tidur, yang terutama pada usia kelompok anak dan remaja.

Hal itu karena layar elektronik memancarkan banyak cahaya biru, yang mengakibatkan menurunnya produksi hormone melatonin di malam hari.

8. Agar tubuh dapat segar dan fit besok paginya

Ilmuwan Australia melakukan penelitian, dan telah menemukan bahwa tidur larut setelah semalaman tersinari lampu mngakibatkan jam biologis tubuh menjadi kacau, sehingga sulit mengimbangi aktifitas kerja yang dmulai pukul 09:00 hingga pukul 17:00.

“Orang yang suka begadang sering merasa sulit tidur dan tidak merasa segar keesokan harinya. Efeknya sama seperti jet lag,” kata Profesor Helen Burgess dari Rush University Medical Center di Chicago seperti dikutip dari NineMSN, Minggu (30/10/2011).

Prof Burgess melakukan penelitian pada 10 orang, yang awalnya diminta tidur pada pukul 22:00 dan bangun pada pukul 07:00 selama seminggu. Setelah bangun, mereka diminta untuk pergi ke luar rumah selama 10 menit untuk mendapat sinar matahari.

Peserta penelitian kemudian diminta menaikkan waktu tidurnya ke pukul 01:00 (jam 1 malam) dan bangun pukul 07:00 selama seminggu. Untuk mengatasi rasa lelah di siang hari (karena efek kurang tidur di malam hari), maka membiarkan para peserta penelitian tidur di siang hari untuk mengurangi rasa lemasnya.

Hasil temuannya, ketika peserta terkena cahaya dan terjaga sampai larut malam, mengakibatkan tubuhnya cenderung mengalami gangguan tidur, sehingga tubuhnya menjadi tidak fit pada pagi hari berikutnya.

Dia menambahkan, bahwa jika seseorang mematikan lampu saat tidur, hal itu akan memberikan efek positif berupa tubuh menjadi lebih santai dan rileks, serta tubuh mampu menyesuaikan diri dengan jam biologis tubuh seharusnya.

Prof Burgess, menjelaskan bahwa rahasia kondisi biologis tubuh tetap teratur, serta menghindari perasaan kurang fit di pagi hari, yaitu dengan mematikan lampu atau minimal meredupkan lampu di malam hari, dan penting untuk mengatur waktu tidur dengan baik.

9. Mencegah gangguan metabolisme tubuh. 

Tidur dengan lampu menyala mengakibatkan jam biologis tubuh menjadi benar-benar terganggu.

Yang akibatnya, memberikan resiko tinggi terhadap masalah gangguan tidur, yang dapat memicu penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolisme.

10. Mencegah Obesitas. 

Menurut berbagai sumber yang relevan, bahwa tidur dalam keadaan gelap membantu untuk menurunkan resiko obesitas (kelebihan berat badan).

Sehingga untuk yang ingin diet, terapkan pola tidur yang baik dan sehat. Seperti tidur di awal malam dan mematikan lampu sepenuhnya.

Menurut penelitian terakhir, menunjukan hasil penelitiannya bahwa orang yang tidur dalam keadaan gelap, mampu membakar kalori dalam tubuhnya. Alhasil, lemak yang ada di dalam tubuhnya akan terbakar.


11. Mencegah kerusakan DNA

Tidur dalam keadaan gelap mampu menurunkan resiko kerusakan DNA. Karena pada kondisi gelap, sel imunnitas tubuh akan membaik.

Adanya kerusakan DNA pada tubuh, sangat beresiko sesekali seseorang terkena penyakit leukemia, terutama anak-anak.

Professor Russle dari Texas University sudah mewanti wanti anak-anak supaya tidur dalam keadaan remang, bahkan lebih baik lagi dalam keadaan gelap.

12. Menstabilkan Emosi. Menurut dari berbagai sumber, menjelaskan bahwa tidur dalam keadaan gelap (tanpa menggunakan cahaya lampu) akan bermanfaat untuk menstabilkan emosi dan mengontrolnya dengan baik, dibandingkan dengan orang yang tidur dalam kondisi lingkungan yang terang.


13. Meringankan Stres. Stres terjadi akibat pikiran yang terlalu diporsir, masalah ini bisa diringankan dengan tidur tanpa lampu. Hal ini masih berkaitan dengan manfaat menstabilkan emosi, sehingga mampu meminimalisir rasa stres yang muncul.

14. Meningkatkan Kerja Otak. Tidur dalam keadaan gelap mampu meningkatkan kemampaun berpikir otak, serta menghindari sifat lupa.

15. Tidur dengan cepat dan mudah. Ketika kita tidur dengan lampu yang mati maka akan bisa lebih cepat memproses tidur hingga lelap dan nyenyak, dibandingkan dengan tidur dalam keadaan cahaya lampu masih terang. Dimana cahaya lampu tidak menusuk mata saat tidur.

Baca juga:
Share:

Bahaya Berlebihan Menonton TV Meningkatkan Risiko Diabetes, Jantung, Obesitas

Memang menonton Televisi itu salah satu aktifitas yang menyenangkan...

Akan tetapi tampaknya Anda perlu untuk membatasi aktifitas menonton televisi, hal itu karena terlalu lama menonton TV dapat meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2.

Bahaya Berlebihan Menonton TV Meningkatkan Risiko Diabetes
Manonton TV

Sebuah Penelitian dari  HSPH Frank Hu dan Anders Grontved mengkaji ulang secara sistematis beberapa studi yang ada dari tahun 1970 sampai 2011.

Dimana dia menyatakan bahwa ternyata ada hubungan antara menonton TV dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, bahkan hingga kematian.

Kesimpulan hasil penelitian bahwa dua jam lebih menonton TV setiap harinya akan dapat meningkatkan risiko tipe 2 diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Dan menonton TV lebih dari tiga jam dapat meningkatkan risiko kematian.

Kemudian peneliti Frank Hu dan Grontved menghubungkan fenomena ini dengan pola makan yang kurang sehat, demikian juga kurangnya aktivitas fisik...

Karena memang dengan terlalu lama menonton TV, maka akan mengurangi aktifitas fisik dan pola makan juga menjadi kurang baik.

Masalah pada pola makan yaitu mengemil dengan makanan yang tinggi lemak ,tentu ini kurang baik. Untuk masalah mengemil, maka bisa diatasi dengan mengambil cemilan kalori dan nilai GI rendah.

Kemudian  makanan dari olahan kedelai juga bisa menjadi pilihan.

Untuk minumannya juga bisa memilih yoghurt kedelai, sebagai alternatif pengganti soft drink. Atau yang sangat disarankan adalah minum air putih.

Mengkonsumsi buah-buahan juga sangat baik ketika menonton TV.

Setelah masalah pola makan berhasil diatasi, Anda juga perlu melakukan aktifitas fisik, Anda bisa melakukan hal yang sederhana seperti menyapu rumah, mencuci piring, mengepel lantai, mencuci baju, membersihkan kaca dan banyak hal lainnya yang bisa Anda lakukan.

Meningkatkan resiko penyakit jantung

Kemudian, sebagai tambahan saya akan menyebutkan bahaya lainnya dari menonton televisi terlalu lama, seperti memicu meningkatnya resiko penyakit jantung.

Hal itu karena melihat televisi terlalu lama dapat menyebabkan masalah pada organ jantung.

Dimana ketika seseorang menonton televisi, mengakibatkan tubuhnya sedikit sekali untuk bergerak dalam waktu lama, hal ini membahayakan kesehatan organ jantung.

Menurunkan kualitas tidur

Menonton acara televisi hingga larut malam dapat berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan tubuh. Bahkan bisa menjadi sangat parah jika sering dilakukan.

Dengan begitu mengakibatkan kualitas tidur juga menurun

Memperbesar resiko diabetes

Ini berdasarkan penelitian yang telah disebutkan diatas, dan juga sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association pada tahun 2003, yang menyatakan bahwa resiko penyakit diabetes akan meningkat dengan tinggi ketika seseorang menonton televisi selama dua jam dalam seharinya.

Membuat tubuh gemuk

Tentu saja dengan menonton televisi selama berjam-jam maka tubuh akan kurang aktif bergerak, sehingga menjadi pemicu obesitas atau kegemukan

Menurunkan Kesehatan Mata.

Saat menonton televisi, organ mata akan jarang berkedip dengan fokus pada satu objek.

Hal itu sangat tidak baik karena akan membuat organ penglihatan menjadi menurun kualitasnya, hingga bisa menimbulkan masalah mata minus karenanya,.

Meningkatnya Resiko Serangan Asma

Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris terhadap 3000 anak, mulai usia bayi sampai dengan usia 11 tahun...

Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang menonton TV dua jam atau lebih setiap harinya maka terancam terkena resiko serangan asma dua kali lipat, jika dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktifitas menonton TV lebih dari dua jam per hari.

Semoga bermanfaat.

Share:

Apakah Diperbolehkan Berolahraga Saat Flu?

Dengan berolahraga, menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga pikiran agar tetap fresh, berolahraga juga berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap prima... 

Dan dengan manfaatnya itu berguna untuk meminimalisir atau mengurangi stres.  

Dimana stres ini perlu diketahui, walaupun berupa penyakit kejiwaan, akan tetapi sangat berbahaya karena dapat merusak pikiran sehingga akhirnya dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

Untuk itu agar bisa memperoleh manfaat yang optimal dari olahraga, maka kita juga harus secara rutin untuk melakukannya. 

Namun, kondisi menjadi berbeda saat sedang flu, apakah olahraga perlu dilanjutkan ataukah sebaiknya beristirahat saja ketika dalam kondisi demikian?

Ada sebuah saran dari seorang dokter keluarga yang bernama Dr. Cathleen London, M.D. Dalam hal ini dia menetapkan aturan, yaitu Leher ke atas, apa maksudnya?

Maksudnya, apabila gejala yang dirasakan tubuh adalah di daerah kepala, hidung dan saluran pernapasan, dimana bagian-bagian tersebut adalah bagian tubuh leher keatas, dan Anda merasa mampu untuk melakukan olahraga, maka tidak mengapa jika Anda ingin tetap berolahraga

Akan tetapi jika gejala flu atau penyakit lainnya yang dirasakan terletak di bawah leher, seperti contohnya di daerah dada (termasuk bagian tubuh leher kebawah), maka tidak disarankan Anda untuk melakukan aktifitas olahraga. Gejala seperti itu merupakan indikasi bahwa Anda perlu untuk beristirahat.

Jika tetap berolahraga ketika gejala flu sampai ke dada, maka berdasarkan saran dari Dr. Cathleen London, M.D yaitu stop dahulu akivitas olahraga...

Jika tetap dipaksakan tetap olahraga saat sakit gejala flu sampai ke dada, mengakibatkan olahraga yang dilakukan ini bukan membuat tubuh sehat, malah membuat penyakit semakin bertambah parah, serta memperkuat rasa sakit yang dirasakan.

Selain itu membuat penyakit menjadi lebih lama untuk disembuhkan. 

Untuk itu Dr. London sangat menyarankan agar peka terhadap keadaan tubuh, apabila ada gejala yang tidak baik seperti itu, maka tunda dahulu aktifitas olahraga hingga akhirnya tubuh bisa kembali pulih, dan sehat kembali. Berilah tubuh kesempatan agar bisa pulih kembali.

Kemudian Dr. London juga menjelaskan kebiasaan yang ia pandang baik untuk mengatasi flu dengan cepat, yang perlu dilakukan adalah melakukan istirahat yang cukup, kemudian juga banyak minum.

Adapun jika ingin agar tubuh tetap bergerak, maka bisa melakukan jalan santai yang tidak banyak menguras tenaga.

Semoga bermanfaat.
Share:

4 Manfaat Makanan Berserat Untuk Kesehatan Tubuh

Serat merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Serat dibagi menjadi 2 macam yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat yang tidak larut (insoluble fiber).

Serat larut bermanfaat untuk menurunkan glukosa dan kolesterol dalam darah.  Beberapa makanan yang memiliki kandungan serat larut yaitu buah apel, dan wortel.

Manfaat Makanan Berserat Untuk Kesehatan Tubuh
Makanan Berserat

Kemudian serat yang tidak larut memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan, sehingga nantinya bisa buang air besar secara teratur.

Makanan yang mengandung serat tak larut yaitu diantaranya sayuran, kentang, kacang-kacangan, kembang kol dan banyak lainnya.

Makanan berserat baik yang larut maupun yang tidak larut aman untuk dikonsumsi, dan bisa juga dikonsumsi secara bersamaan.

Manfaat makanan berserat untuk kesehatan tubuh

Mengkonsumsi serat pada makanan secara cukup atau sesuai takaran maka membantu seseorang memiliki tubuh yang sehat dan mendapatkan berat badan yang seimbang.

Berikut di bawah ini beberapa manfaat makanan serat:

1. Mencegah serangan jantung

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan dalam waktu yang panjang, disana (pada penelitian tersebut) disimpulkan bahwa makan makanan berserat ternyata berhubungan dengan pencegahan penyakit jantung.

Pada serat yang larut di dalam tubuh dapat mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Peran itulah yang akhirnya memberikan manfaat dalam menurunkan resiko penyakit jantung.

Kemudian serat juga dapat menurunkan tekanan darah.

2. Menurunkan kolesterol

Serat larut mempunyai manfaat salah satunya yaitu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, dimana kolesterol jahat tersebut sangat berbahaya karena menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular.

3. Mencegah diabetes

Makanan berserat tinggi memiliki manfaat yang ampuh dalam memperlambat terjadinya penyerapan gula di dalam kadar darah. 

Sehingga apabila seseorang mengkonsumsi serat yang cukup, maka dapat lebih terhindar dari penyakit diabetes tipe 2.

4. Melancarkan pencernaan

Orang yang mengalami masalah pencernaan sehingga sulit untuk buang air besar. Maka ada kemungkinan dia kekurangan asupan serat. 

Untuk itu jika Kamu sulit buang air besar, maka dari itu disarankan untuk mengkonsumsi serat sesuai kebutuhan.

Dan masih ada beberapa manfaat lainnya dari makanan berserat, yang tentunya membuat kita sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan berserat yang cukup setiap hari untuk kesehatan tubuh. 

Semoga pembahasan tentang manfaat dari makanan berserat ini dapat bermanfaat.
Share:

12 Bahaya Junk food Bagi Kesehatan [Cara Mengatasi Ketagihan Junk Food]

Memang pada masa yang serba modern ini, gaya hidup kebanyakan orang dalam sehari-harinya dihabiskan untuk bekerja seharian, tidak seperti jaman dulu yang hanya menghabiskan waktu kerja dari pagi sampai awal sore saja.

Jam kerja yang sangat panjang, apalagi ditambah jam lembur, plus waktu pulang pergi (biasanya mengalami macet di jalan), hal ini menyebabkan pola makan menjadi sulit untuk diatur.

Sehingga memicu banyak orang yang lebih memilih makanan junk food atau fast food (makanan cepat saji) sebagai menunya sehari-hari.

Ditambah lagi, ternyata makanan cepat saji atau junk food tersebut memang dibuat dengan cita rasa yang lezat, dan harganya juga cukup terjangkau.

Makanan junk food tersebut terasa begitu lezat karena mengandung kadar lemak jenuh (kolesterol) yang sangat tinggi.

Akan tetapi, melihat efek buruk yang ditimbulkan dari junk food ini, tampaknya sangat perlu kita untuk membatasi konsumsi makanan-makanan junk food tersebut.

Junk foodMakanan jenis junk food menyimpan berbagai efek buruk pada orang-orang yang gemar untuk mengkonsumsinya.

Dimana kadar lemak jenuh yang sangat tinggi itu sangat tidak baik bagi kesehatan.

Pada awalnya makanan seperti ini bisa dinamakan dengan Fast food, hingga akhirnya bisa berubah menjadi junk food ketika hanya mementingkan kelezatan saja, tanpa memperhatikan  masalah kesehatan.

Alih-alih makan agar mendapatkan manfaat kesehatan bagi tubuh, akan tetapi malah membahayakan tubuh.

Minuman bersoda yang dinamakan dengan soft drink, biasanya dikonsumsi untuk menemani makanan cepat saji (junk food), minuman soft drink juga sangat berbahaya bagi tubuh karena mengandung kadar gula yang sangat tinggi.

Makanan yang termasuk golongan junk food menurut WHO

World Health Organization (WHO) secara serius membahas mengenai dampak buruk makanan junk food. WHO menyebutkan 10 golongan yang termasuk ke dalam makanan junk food (yang munkin kita konsumsi dalam sehari-hari), yaitu:
  1. Makanan asinan (dengan kadar garam sangat tinggi) dapat memberatkan kerja ginjal, mengiritasi lambung dan usus.
  2. Makanan kalengan, yaitu makanan yang dikemas dalam kaleng, bisa berupa buah-buahan atau daging. Makanan kaleng tidak sehat karena biasanya mengandung bahan pengawet yang sehat, yang juga mengakibatkan menurunnya kandungan gizi dan nutrisi.
  3. Makanan gorengan mengandung kalori, lemak dan minyak yang tinggi, mengakibatkan kegemukan dan sakit jantung koroner. Pada proses meggoreng, muncul zat karsiogenik yang memicu kanker.
  4. Makanan daging yang diproses (seperti sosis, ham dll) mengandung bahan pewarna dan pengawet yang membahayakan organ hati. Selain itu, kadar natrium yang tinggi menyebabkan hipertansi dan gangguan ginjal, hingga bisa memicu kanker.
  5. Mie Instant mengandung bahan pengawet, serta kadar garam di dalam mie instant menyebabkan kerja ginjal menjadi berat. Mie instan juga mengandung trans lipid yang beresiko buruk pada pembuluh darah jantung.
  6. Makanan yang dibakar atau dipanggang, mengakibatkan makanan menjadi gosong, serta memunculkan zat yang memicu penyakit kanker.
  7. Keju Olahan, mengakibatkan meningkatnya berat badan dan gula darah.
  8. Makanan manisan kering, mengandung garam nitrat yang memicu munculnya zat karsiogenik di dalam tubuh, mengakibatkan tingginya resiko gangguan pada fungsi hati, serta memberatkan kerja ginjal.
  9. Makanan manis beku (ice cream, cake beku dll) umumnya mengandung mentega tinggi yang mengakibatkan obesitas dan kadar gula tinggi.
  10. Makanan daging berlemak dan jeroan mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang meningkatkan resiko resiko penyakit jantung koroner, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Makanan junk food memang lebih banyak efek negatifnya dari pada manfaantya, tetapi bukan berarti tidak boleh mengkonsumsinya sama sekali, hanya perlu dibatasi saja seperti maksimalnya 4 kali dalam sebulan.

Bahaya junk food bagi kesehatan

1. Penyakit diabetes

Diabetes menjadi salah satu penyakit akibat mengkonsumsi junk food. Saat tubuh mendapatkan asupan gizi dari makanan yang sehat, maka tubuh mendapatkan pasokan glukosa yang berfungsi untuk menjaga sensitivitas insulin.

Adapun jika tubuh hanya menerima kandungan dari junk food, maka malah memberikan efek buruk pada metabolisme tubuh, yang menurunkan kemampuan tubuh untuk dalam produksi dan pemanfaaatan insulin di dalam tubuh.

Hal itu karena junk food tidak memiliki kandungan serat (hal ini sangat buruk), dan terlalu banyak mengkonsumsi junk food, maka tidak diragukan lagi membuat lonjakan kadar gula.


2. Resiko depresi

Sering mengkonsumsi junk food, ternyata menyebabkan perubahan hormonal dengan intensitas tinggi, masalah ini sering mendera para remaja, yang rentan mengalami perubahan suasana hati dan perubahan perilaku.

Mengkonsumsi junk food mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi penting. Apalagi kandungan di dalam makanan cepat saji seperti tinggi akan kandungan garam, daging olahan, nitrat, dan MSG...

...semua kandungan tersebut sangat beresiko tinggi memicu timbulnya rasa sakit kepala.

Pada sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Gizi Kesehatan Masyarakat, menjelaskan bahwa mengkonsumsi makanan yang dipanggang seperti donat, croissant, kue, pizza, hamburger, hot dog, memiliki keterkaitan pada tingginya resiko depresi pada seseorang.

Orang yang sering mengkonsumsi junk food (setiap hari), terkena resiko depresi 51% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi makanan cepat saji / junk food.

Junk food beresiko menyebabkan depresi pada remaja, demikian menurut Andrew F. Smith, penulis buku “Fast Food dan Junk Food: An Encyclopedia of What We Love to Eat”. Bahwa perubahan hormon pada masa pubertas remaja membuatnya lebih rentan terhadap suasana hati dan perubahan perilaku.

3. Obesitas

Obesitas menjadi masalah yang sering dihadapi oleh orang yang sering mengkonsumsi junk food. Junk food memiliki kandungan lemak, garam, dan gula yang berlebihan, yang akibatnya tubuh kesulitan untuk mencernannya.

Karena kandungan tersebut sulit untuk dicerna tubuh, mengakibatkan zat makanan tersebut mengendap di dalam tubuh. Hal inilah yang memicu timbulnya obesitas (kegemukan) pada seseorang.

Pada bahan yang digunakan untuk junk food (juga termasuk bumbunya), biasanya mengandung kadar lemak jenuh yang sangat tinggi.

4. Masalah pada sistem pencernaan

Para pecandu junk food beresiko tinggi mengalami gangguan pencernakan (seperti sindrom iritasi usus).

Pada makanan junk food, lebih banyak mengandung kalori dari pada nilai nutrisi baik bagi tubuh.

Ketika mengkonsumsi junk food yang digoreng, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut, akibatnya meningkatkan produksi asam di dalam tubuh.

Zat-zat yang ada di dalam junk beresiko tinggi akan mengiritasi lapisan lambung, yang mengakibatkan terjadinya gangguan pencernaan.

Sekain itu, miskinnya kandungan serat di dalam kandungan junk food, mengakibatkan terhambatnya kerja pencernaan, serta meningkatkan resiko sembelit dan wasir.

5. Menurunkan fungsi otak

Pada penelitian yang dipublikasikan di jurnal Brain, Behavior, and Immunity, menjelaskan penelitiannya dengan objeknya adalah tikus.

Bahwa satu minggu makan junk food sudah dapat memicu gangguan memori pada tikus. Sehinggam penelitian menyimpulkan bahwa lemak jahat (lemak trans) dari junk food cenderung akan menggantikan lemak sehat di otak.

Yang akibatnya dapat mengganggu mekanisme dan kerja sinyal pada otak. Selain itu, studi ini menyimpulkan bahwa lemak dari junk food mengakibatkan menurunnya kemampuan untuk menyerap informasi dan peelajaran, termasuk akan sangat kesulitan dalam memperlajari keterampilan baru.

6. Peningkatan resiko penyakit jantung

Junk food memiliki banyak kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang mengakibatkan meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida di dalam darah.

Hal tersebut menyebabkan pembentukan plak, dan resiko penyakit jantung meningkat. Bahaya lainnya yaitu merusak lapisan-lapisan pembuluh darah yang memicu terjadinya peradangan kronis.

Peradangan krosis mengakibatkan kolesterol jahat menempel pada dinding arteri, yang akan menghalangi aliran darah ke jantung. Alhasil membuat tubuh beresiko tinggi terkena serangan jantung.

Lemak dari junk food juga dapat terakumulasi di dalam tubuh, dengan berlangsung  dalam jangka waktu lama, bisa memicu obesitas, yang akhirnya meningkatkan resiko terkena serangan jantung.

Untuk mempertahankan cita rasa makanan cepat saji / junk food, menggunakan bumbu yang berbasis natrium atau sodium.

Bahkan pada beberapa makanan mengandung hingga lebih dari 2.000 miligram sodium dalam satu porsinya, hal ini akan sangat berbahaya karena akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pengerasan arteri.

7. Gangguan ginjal

Makanan junk food seperti kentang goreng atau keripik memiliki cita rasa yang memanjakan lidah, akan tetapi kandungan garam halus di dalamnya membuat meningkatnya air liur dan sekresi enzim, yang efeknya membuat ketagihan junk food.

Padanya, terdapat kandungan lemak jahat dan natrium yang tinggi (dari garam tersebut), yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan sodium-potasium tubuh, yang memicu hipertensi.

Bahaya yang paling besar adalah mengganggu kerja ginjal sebagai penyaring semua racun dari darah, sehingga terjadinya gangguan pada ginjal sangat berbahaya.

8. Merusak organ hati

Mengkonsumsi junk food dapat merugikan kesehatan organ hati. Sebuah studi menunjukkan hasil bahwa mereka yang lebih sering mengkonsumsi junk food, serta malas berolahraga mengalami perubahan enzim hati hanya dalam waktu empat minggu.

Masalah seperti ini sama seperti yang dialami oleh mereka yang suka mengkonsumsi alkohol.

Dari penjelasan yang didapat dari beberapa penelitian, junk food dapat merusak hati karena terjadinya pengendapan lemak trans di organ hati, yang mengakibatkan terjadinya disfungsi pada organ hati.

9. Peningkatan resiko kanker

Kurangnya serat pada junk food sering dikaitkan oleh ahli kesehatan dengan peningkatan risiko kanker.

Pada sebuah studi yang dipublikasikan di European Journal of Cancer Prevention, dijelaskan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kandungan gula dan lemak, berakibat meningkatnya resiko terkena kanker kolorektal.

Studi lainnya dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, mendapatkan hasil penelitian bahwa pria yang mengkonsumsi makanan yang digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan, sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko kanker prostat.

10. Memberikan masalah pada kulit dan tulang

Junk food tinggi akan kandungan karbohidrat dan gula, yang memberikan efek negatif, menyebabkan bakteri di mulut menghasilkan asam yang berpotensi merusak gigi dan menghancurkan enamel gigi, sehingga gigi menjadi rentan berlubang.

Adapun kandungan natrium yang berlebihan pada junk food meningkatkan resiko tubuh terkena osteoporosis (tulang rapuh).

Dr Niti Desai, ahli gizi di Mumbai Selatan dan di Cumballa Hill Hospital mengatakan:
“Junk food mungkin murah, mudah tersedia, lebih cepat untuk memasak dan lezat, tetapi jenis makanan tersebut justru berdampak bahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kekurangan nutrisi penting bagi tubuh, tetapi juga meningkatkan resiko pada beberapa penyakit berbahaya. Pilihan untuk kembali mengikuti pola hidup sehat mencakup pilihan makanan yang lebih alami dan lebih sehat.” 

Dr Niti Desai menyarankan agar oramg-orang mengurangi asupan makanan olahan, agar nantinya dapat hidup lebih sehat.

loading...

11. Tekanan darah tinggi

Kadar natrium (sodium) tinggi menjadi hal yang buruk pada junk food, yang memberikan resiko lebih tinggi, tubuh terkena tekanan darah tinggi, jantung, hati dan penyakit ginjal, demikian yang dijelaskan oleh pihak Harvard Health Publications.

12. Bahaya untuk kehamilan

Untuk ibu hami patut untuk mewaspadaii dari bahaya makanan cepat saji ini. Berdasarkan sebuah penelitian di Australia, bayi yang lahir dari seorang ibu yang suka mengkonsumsi junk food, cenderung akan mengalami ketagihan mengkonsumsi berbagai macam makanan berlemak ketika ia sudah tumbuh dewasa.

Junk food hanya cenderung memberikan seseorang perasaan kenyang ketika mengkonsumsinya, itu karena kalori tinggi yang masuk ke dalam tubuh, tetapi sangat rendah akan kandungan nutrisi dan vitamin...

...yang tentunya ini tidaklah baik untuk kesehatan ibu hamil dan juga janin yang ada di dalam kandungan. Dimana ibu hamil sangat membutuhkan saupan nutrisi juga gizi yang cukup guna menunjang perkembangan janin secara baik dan optimal.

Apalagi mengkonsumsi junk food meningkatkan resiko berbagai macam gangguan selama proses persalinan ibu hamil, atau kelahiran janin yang susah untuk keluar, serta kekurangannya cairan.

Tips mengatasi atau meminimalisir kandungan junk food di dalam tubuh
  1. Terutama untuk yang sudah ketagihan junk food, cara mengatasinya maka cobalah mengkonsumsi beras merah (sebagai pengganti nasi putih), karena beras merah mengandung lebih banyak serat dan membuat perut mudah kenyang, disamping memberikan asupan nutrisi yang bernilai bagi tubuh.
  2. Mengkonsumsi gandum / oat, karena kaya akan kandungan serat, protein, asam lemak yang baik, vitamin, dan mineral. Megkonsumsinya saat sarapan adalah hal yang sangat baik.
  3. Mengkonsumsi buah-buahan segar dan tutuh, tetapi hindari jus kemasan karena di dalamnya terdapat pengawet dan bahan kimia, serta menurunkan kandungan serat.
  4. Mengkonsumsi sayuran berdaun seperti bayam, selada dll, yang kaya akan andungan serat, serta bermanfaat untuk mencegah kadar gula berlebih dalam darah. 
  5. Konsumsi makanan secukupnya, jangan terlalu berlebih
  6. Sarapan, karena orang yang sarapan mendapat beberapa manfaat, seperti menjaga kadar insulin, serta mencegah rasa lapar berlebihan, dimana perasaan lapar berlebihan justru menyebabkan makan berlebihan.
  7. Hindari atau minimalisir mengkonsumsi saus mayonaise
  8. Utamakan minum air putih, kurangi atau batasi mengkonsumsi minuman soft drink dan energi
  9. Batasi mengkonsumsi kulit ayam (saat makan ayam georeng) karena banyak lemak jenuh dan kandungan kolesterol
  10. Konsumsi yogurt dan berry yang berkhasiat untuk memperbaiki metabolisme tubuh. Yogurt juga mengandung bakteri lactobacillus yang membantu kinerja pecernaan dan mencegah peradangan usus (karena makanan manis dan alkohol).
  11. Minum teh hijau yang kaya akan antioksidan memberikan suntikan energi di pagi hari. Minum segelas teh hijau tanpa gula berkhasiat mencegah kerusakan sel-sel tubuh.
  12. Konsumsi air jahe atau peppermint berfungsi sebagai antispasmodic, yang membantu mengendurkan otot-otot di saluran pencernaan, sehingga cocok ketika dikonsumsi ketika terkena masalah di perut.
  13. Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan, serta mulailah menerapkan pola hidup sehat.
  14. Disarankan makan pisang karena mengandung kalium tinggi, demikian juga air kelapa. Manfaatnya untuk mengatasi masalah kembung dan rasa pusing akibat menelan terlalu banyak sodium dari makanan asin (junk food).
  15. Ingat!! Batasi mengkonsumsi junk food, utamakan makanan sehat yang akan nutrisi dan vitamin.


Tips mengatasi anak yang sudah terbiasa (ketagihan) dengan junk food

Untuk Ayah dan Bunda, hendaknya jangan membiasakan menyimpan junk food di tempat yang bisa diakses secara mudah oleh si kecil. 

Hendaknya orang tua juga memberikan contoh untuk menerapkan pola makan sehat pada anak. Sehingga orang tuanya dahulu yang harus rajin makan-makanan sehat, maka si kecil akan mengikutinya.

Kemudian, coba batasi konsumsi junk food, caranya dengan ubah dengan makanan sejenis tetapi sehat (kaya akan kandungan nutrisi dan vitamin).

Untuk masalah yang datang dari luar, maka sampaikan pada keluarga besar untuk tidak membawa oleh-oleh berupa junk food ketika berkunjung kerumah. Kita bisa memberikan edukasi kepada mereka tentang bahaya junk food bagi kesehatan.

Orang tua juga bisa membuat kreasi pada menu makan si kecil, dengan mempercantik penyajian makanan sehat sehingga mereka tertarik untuk mengkonsumsinya. 

Kemudian orang tua pelan-pelan menyampaikan bahwa makanan-makanan model junk food tidak bagus untuk kesehatan, yang kemudian menyebabkan mereka sakit. Jelaskan kepada anak secara perlahan, dan sesuai dengan kemampuan pemahaman mereka.
Share:

Featured Post

Waspada! Gejala Demam Berdarah Dan Cara Pencegahanya

Gejala demam berdarah - Nyamuk Aedes merupakan nyamuk pembawa virus dengue dan biasanya hanya nyamuk betina yang mengigit dengan mengambil ...

Contact Form

Name

Email *

Message *